Example floating
Example floating
Kesehatan

Diet: Melewatkan Sarapan vs Makan Malam, Mana yang Lebih Aman? Ini Kata Dokter

12
×

Diet: Melewatkan Sarapan vs Makan Malam, Mana yang Lebih Aman? Ini Kata Dokter

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Shutterstock

Jakarta, Kompas 1 net – Banyak orang memilih mengurangi frekuensi makan demi menurunkan berat badan. Tapi muncul pertanyaan: lebih baik melewatkan sarapan atau makan malam saat diet?

Dokter spesialis dari University Medical Center Ho Chi Minh City, Pham Anh Ngan menjelaskan tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua orang. Keduanya punya manfaat dan risiko yang perlu dipertimbangkan.

Melewatkan Makan Malam: Kalori Turun, Tapi Risiko Metabolisme Lambat

Menurutnya, metode intermittent fasting khususnya time-restricted eating terbukti bisa bantu turunkan berat badan dan memperbaiki indikator kesehatan.

Beberapa penelitian menunjukkan melewatkan makan malam lebih efektif menurunkan total asupan kalori harian. Karena itu dinilai berpotensi bantu proses penurunan berat badan.

Namun risikonya juga ada. Terlalu sering skip makan malam bisa:

1. Memperlambat metabolisme
2. Meningkatkan risiko kekurangan nutrisi
3. Mengganggu kualitas tidur
4. Memicu rasa lapar berlebihan
5. Menurunkan daya tahan tubuh

Melewatkan Sarapan: Fokus Pagi Meningkat, Tapi Rawan Ngemil

Sebagian orang merasa lebih segar dan fokus saat tidak sarapan. Tapi rasa lapar yang muncul kemudian sering membuat kalap makan makanan tinggi gula, lemak, atau kalori di jam makan berikutnya.

Penelitian juga menemukan melewatkan sarapan bisa meningkatkan sensitivitas insulin. Namun respons gula darah dan insulin pada waktu makan terakhir justru cenderung memburuk.

Nutrisi yang Hilang Perlu Diperhatikan

Dokter Ngan juga menyoroti jenis makanan.
– Sarapan : biasanya banyak susu dan biji-bijian utuh
– Makan malam : biasanya banyak sayur dan sumber protein

Jika salah satu waktu makan rutin dilewatkan, asupan nutrisi tersebut bisa berkurang kalau tidak diganti di waktu lain.

Kesimpulan Dokter: Fleksibel & Konsultasi

“Bagi pekerja kantoran yang beraktivitas siang dan butuh konsentrasi tinggi, sarapan tetap berperan penting sebagai sumber energi bagi otak dan tubuh,” tuturnya.

Alih-alih hanya mengurangi frekuensi makan, penurunan berat badan lebih efektif jika:

– Perbanyak sayur dan protein nabati
– Kurangi karbohidrat sesuai kebutuhan
– Rutin olahraga

Jika ingin jalani pola makan tertentu termasuk intermittent fasting konsultasi ke dokter atau ahli gizi disarankan agar tetap aman dan tidak ganggu aktivitas.

 

Sumber: http://Tribratanews.polri.go.id

 

Example 120x600