Example floating
Example floating
Berita

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Duri Menggugat : “Duri kaya, jalan terluka”

7
×

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Duri Menggugat : “Duri kaya, jalan terluka”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DURI, RIAU, Kompas 1 net — Di tengah gemuruh industri minyak yang selama puluhan tahun menghidupi negeri, wajah jalanan di Duri justru menyimpan ironi: berlubang, rusak, dan kerap memakan korban. Aliansi Mahasiswa Pemuda Duri angkat suara, menyampaikan kritik bernada tegas namun berlandaskan cinta kepada daerah, dengan sasaran langsung kepada Camat Mandau dan Bupati Bengkalis.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Duri, Zikri Maulana menegaskan bahwa kondisi ini adalah paradoks yang tak lagi bisa ditoleransi.

“Kejadian ini bukan hanya duka, tapi sambungan dari masalah yang sudah lama dibiarkan. Jalan rusak dan lampu lalu lintas yang tidak berfungsi bukan hal baru, namun terus diabaikan seolah tidak mendesak, hingga akhirnya kembali memakan korban. Ini harus menjadi titik berhenti. Tidak boleh lagi ada pembiaran, karena setiap keterlambatan selalu membawa risiko yang sama: keselamatan masyarakat yang dipertaruhkan.

Ketua Umum KAMMI Duri, Efri Su’if menyebut kerusakan jalan sebagai bentuk ketimpangan pembangunan yang nyata di depan mata masyarakat.

“Duri bukan sekadar ladang eksploitasi, ia adalah rumah bagi harapan. Namun hari ini, harapan itu tersandung di lubang-lubang jalan yang tak kunjung ditutup,” katanya.

Presiden Mahasiswa BEM ITMG, Sri Anggraini turut menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan. Jalan rusak bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga ancaman keselamatan dan penghambat ekonomi.

“Seharusnya jalan yang berlobang dan rusak itu segera di tindak lanjuti , di perbaiki. kalo untuk sikap polisi yang langsung memperbaiki jalan ya tindakan yang bagus, tidak hanya pada jalan saja yang bermasalah tapi buat para pengendara juga seharunya lebih berhati – hati dalam berkendara.” ungkapnya.

Bupati Mahasiswa PWK UT, M. Rizki menilai persoalan ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan pengawasan pembangunan.

“Jika pembangunan adalah janji, maka jalanan hari ini adalah ingkar yang kasat mata. Kita butuh bukan hanya proyek, tapi keseriusan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa STAI HW, Habib menyampaikan kritik dengan nada reflektif.

“Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika ia rusak, maka yang lumpuh bukan hanya kendaraan, tetapi juga harapan dan kesejahteraan,” katanya.

Langkah Solusi Konkret

Aliansi Mahasiswa Pemuda Duri tidak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan sejumlah langkah strategis sebagai solusi nyata:

Audit dan Transparansi Anggaran Infrastruktur

Mendesak pemerintah daerah membuka secara transparan alokasi dan realisasi anggaran perbaikan jalan di Mandau dan Bengkalis.

Perbaikan Prioritas Berbasis Data

Melakukan pemetaan titik jalan rusak terparah dan rawan kecelakaan untuk segera diperbaiki dalam skala prioritas.

Pengawasan Independen

Melibatkan masyarakat, akademisi, dan mahasiswa dalam mengawasi proses pengerjaan proyek agar tepat mutu dan tepat waktu.

Sanksi Tegas bagi Kontraktor Bermasalah

Memberikan blacklist kepada kontraktor yang terbukti lalai atau menghasilkan pekerjaan di bawah standar.

Pemeliharaan Berkala dan Berkelanjutan

Tidak hanya perbaikan sementara, tetapi sistem pemeliharaan rutin agar kerusakan tidak terus berulang.

Sinergi dengan Perusahaan Migas

Mendorong keterlibatan perusahaan minyak melalui program CSR untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan.

Aliansi menegaskan bahwa kritik ini bukan bentuk perlawanan tanpa arah, melainkan panggilan moral agar pemerintah kembali pada tanggung jawabnya.

“Kami mengkritik karena kami peduli. Kami bersuara karena kami mencintai Duri. Jangan biarkan kekayaan alam menjadi ironi yang melukai rakyatnya sendiri,” tutup Koordinator Aliansi.

Dengan tekanan moral dari mahasiswa dan pemuda, publik kini menanti: apakah pemerintah akan tetap diam, atau mulai menutup luka yang selama ini dibiarkan menganga di jalanan Duri.

 

Editor. :  Redaksi

Example 120x600