Example floating
Example floating
Ekonomi

Harga Sawit Tetap Anjlok, HIPMAWAN Minta Jokowi Tinjau Ulang Kebijakan CPO

42
×

Harga Sawit Tetap Anjlok, HIPMAWAN Minta Jokowi Tinjau Ulang Kebijakan CPO

Sebarkan artikel ini

Pelalawan Riau| Kompas 1 Net -Akibat anjloknya harga tandan buah kelapa sawit (TBS), membuat para toke merugi besar-besaran, kerugian yang dialami oleh para toke tersebut tanpa disadari ujung ujungnya berimbas kepada para petani sawit di Provinsi Riau.

Kondisi ini terjadi seperti di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Dari informasi yang dihimpun para toke mengalami kerugian pasalnya, harga sawit yang dibeli toke kepada para petani dengan harga normal, namun sampai ke pabrik harga langsung merosot.

Dalam waktu sepekan ini banyak masyarakat terkhusus petani kelapa sawit menyampaikan keluh kesahnya kepada mahasiswa dan juga pemimpin daerah tentang merosotnya harga sawit sementara kelapa sawit la yang menjadi penghasilan bagi petani kelapa sawit ini.

Menanggapi hal tersebut, ketua Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Pelalawan ( HIPMAWAN) Muhammad Firdaus, angkat bicara. Rabu (14/5/2022). Kalau HIPMAWAN mendukung Bupati Pelalawan yang menyatakan agar presiden RI Ir H Jokowido meninjau kembali kebijakan pemerintah Soal CPO.

“Kami sangat mendukung Bupati Pelalawan H.zukri soal pernyataan kepada presiden Republik Indonesia bapak ir. Jokowi Widodo untuk segera melakukan tinjauan kembali terkait kebijakan soal CPO yang di larang di ekspor karena itu berefek kepada masyarakat terkhusus petani kelapa sawit, kami sangat mendukung pemimpin yang pro kepada rakyatnya,” ujar muhammad Firdaus.

Dikatakan Mentri sosial dan politik Bem UIR ini lagi, “Dan kami berharap kepada pihak perusahaan atau pks yg menurunkan harga TBS kelapa sawit jangan secara sepihak dan merugikan masyarakat terkhusus petani kelapa sawit karna itu juga melanggar ketentuan permentan 01 tahun 2018 tentang pedoman penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit .

Untuk itu iapun berharap gubernur Riau juga menunjukkan sikap nyata dalam memberikan sanksi kepada perusahaan perusahaan pembeli buah sawit yang terbukti melanggar peraturan dalam menetapkan harga belinya.

“Dan saya berharap Gubernur Riau punya sikap nyata dan tegas dalam menangani perusahaan-perusahaan yang telah melanggar pergubri no 77 tahun 2020 tentang tata cara penetapan harga permbelian TBS produksi perkebunan di Provinsi Riau”.ujar muhammad firdaus,” harapnya.

 

Redaksi.

 

 

 

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`