Example floating
Example floating
BeritaParlemen

NasDem Tegaskan Gagasan Surya Paloh: Blok Politik, Bukan Merger dengan Gerindra

28
×

NasDem Tegaskan Gagasan Surya Paloh: Blok Politik, Bukan Merger dengan Gerindra

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Kompas1net- Partai NasDem meluruskan isu yang berkembang terkait arah politik Ketua Umum Surya Paloh. Melalui Ketua DPP Willy Aditya, NasDem menegaskan bahwa gagasan yang diusung Surya Paloh adalah konsep blok politik.

bukan merger atau fusi partai dengan Gerindra.

Penegasan ini disampaikan Willy untuk merespons spekulasi publik soal kemungkinan NasDem dan Gerindra akan melebur menjadi satu partai.

Bukan Merger, Melainkan Rekayasa Politik

Willy Aditya menjelaskan, blok politik merupakan bentuk political engineering yang dirancang untuk membendung relasi antarpartai yang kian transaksional di era modern.

“Konsep ini bertujuan menciptakan soliditas dari atas hingga ke bawah dalam struktur politik. Publik jangan sampai salah paham dan menganggap ini sebagai merger,” tegas Willy.

Ia menyayangkan narasi merger yang terus dipakai sejumlah pihak. Menurutnya, istilah merger tidak tepat untuk konteks politik dan justru menunjukkan kegagalan membaca pemikiran reflektif Surya Paloh.

Bedanya dengan Koalisi dan Fusi Partai Surya Paloh

kata Willy, berpikir out of the box melampaui konsep sekretariat bersama atau koalisi partai. Koalisi dinilai lebih relevan untuk proses kandidasi, bukan untuk menopang pemerintahan presidensial.

“Sistem presidensial Indonesia tidak mengenal pemerintahan koalisi seperti di sistem parlementer. Karena itu, gagasan blok politik jadi relevan untuk membangun kekuatan yang lebih stabil dan tidak transaksional,” jelas Willy.

Ia juga membedakan blok politik dari fusi partai. Sejarah fusi di Indonesia, seperti pembentukan PPP dan PDI di masa lalu, umumnya didorong kekuasaan negara, bukan inisiatif partai. Sebaliknya, blok politik berangkat dari kesadaran kolektif partai-partai.

Willy mencontohkan Golkar di masa lalu, Front Nasional atau Nasakom era Bung Karno, hingga Sekber Golkar sebelum menjadi Golkar sebagai representasi blok politik dalam sejarah Indonesia.

Pertemuan Surya Paloh–Prabowo: Dua Sahabat Lama

Terkait pertemuan Surya Paloh dengan Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketum Gerindra, Willy menyebut hal itu wajar sebagai pertemuan dua sahabat lama.

Ia mengenang saat Prabowo pertama kali datang ke NasDem Tower, Gondangdia. Keduanya berdiskusi selama enam jam secara akrab dan intim. “Diskusi itu memungkinkan dialektika yang setara,” ujar Willy.

Pertemuan tersebut, lanjutnya, menunjukkan hubungan personal yang baik di antara tokoh-tokoh bangsa, terlepas dari perbedaan konsep politik yang diusung.

Sumber: AntaraNews

Example 120x600