Subulussalam, Kompas 1 net –SMP Negeri 1 Simpang Kiri, Kota Subulussalam` melaksanakan serangkaian `asesmen awal bagi seluruh siswa baru tahun ajaran baru.
Kegiatan ini bertujuan memetakan potensi, kondisi, dan kebutuhan setiap peserta didik sejak awal masuk sekolah, agar layanan pendidikan bisa lebih tepat sasaran.
Kepala sekolah bersama jajaran guru menegaskan, asesmen ini bukan untuk memberi nilai, peringkat, atau melabeli siswa.
“Tujuannya untuk menyusun layanan pendidikan yang berpusat pada kebutuhan murid,” jelas pihak sekolah. Kamis 16 Juli 2026.
Dengan memetakan kondisi awal siswa, guru dapat merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan masing-masing anak, bukan menyamaratakan.
SMPN 1 Simpang Kiri melaksanakan 3 jenis asesmen utama kepada siswa baru, Berisi 17 pernyataan untuk mengenali sikap siswa di rumah dan sekolah, serta cara berinteraksi dengan keluarga dan teman.
Instrumen ini bukan diagnosis medis/psikologis. Hasilnya hanya jadi data awal untuk menentukan jika siswa butuh pendampingan lebih dari guru, orang tua, atau tenaga profesional.
Untuk memetakan kemampuan awal baca, tulis, dan berhitung siswa secara inklusif.
Hasilnya jadi acuan guru merancang pembelajaran sesuai kemampuan siswa, sekaligus memberi pendampingan dini bagi yang membutuhkan.
Mengukur tingkat kesehatan dan kebugaran fisik siswa.
Ini penting untuk memastikan siswa siap mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan optimal.
Dengan kegiatan ini, SMPN 1 Simpang Kiri berharap dapat mengembangkan potensi setiap siswa secara maksimal sesuai keunikan dan kebutuhan masing-masing.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat pendidikan yang merata dan tidak hanya fokus pada nilai akademik. Sekolah ingin memastikan setiap anak mendapat perhatian, baik dari sisi mental, kemampuan belajar, maupun kesehatan fisik,” tegasnya.









