Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Sukses Gelar Gerakan Pangan Murah, Camat Tabir: “Alhamdulillah, 2 Ton Beras Habis Terjual”

87
×

Sukses Gelar Gerakan Pangan Murah, Camat Tabir: “Alhamdulillah, 2 Ton Beras Habis Terjual”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MERANGIN, Kompas 1 net — Pemerintah Kecamatan Tabir kabupaten Merangin melalui seksi sosial sukses melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM ). Kegiatan ini sebagai bagian dari program Bapak Bupati Merangin untuk membantu meringankan beban masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga terjangkau Rp.60.000 per 5 Kg.

Gerakan pangan murah merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi dan juga membantu warga untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Gerakan ini juga merupakan komitmen pemerintah daerah melalui pemerintah kecamatan Tabir dalam upaya membantu untuk mensejahterakan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut. Antusiasme dari masyarakat sangat tinggi yang ingin membeli bahan pokok tersebut. Tercatat, sebanyak 400 paket beras atau setara 2 ton yang disediakan habis terjual dalam waktu singkat.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, menyambut gembira dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Tabir yang telah menghadirkan program GPM yang dipusatkan di kantor Camat Tabir.

” Terimakasih kami ucap kepada pemerintah kecamatan Tabir, yang sudah mengejar gerahan pangan murah, dengan harga beras yang terjangkau oleh kami, semoga gerakan ini tetap berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu. Camat Tabir Bapak Samsul Zaini.SPd.S.IP, mengatakan bahwa kegiatan pangan murah ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah Daerah dan kecamatan terhadap kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, masyarakat sangat terbantu, dan stok yang disediakan habis terjual. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Merangin yang telah menggulirkan program ini,”ucapnya pada Rabu 24/09/25

Ia (red-Camat) Tabir juga berharap
agar ke depan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merangin tidak hanya menyediakan beras, tetapi juga kebutuhan pokok lainnya sehingga manfaat program pangan murah dapat semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat

Dengan demikian. Melalui kegiatan GPM Pemerintah Kecamatan Tabir berharap gerakan pangan murah menjadikan solusi untuk menstabilkan pasokan dan harga di wilayah kecamatan. Dan dapat mengurangi inflasi pangan semakin di rasakan oleh masyarakat belakangan ini.

Ade Irawan (tores)
Sumber: Pemerintah Kecamatan Tabir


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.