Example floating
Example floating
Banner Infozone
PemerintahTNI

Warga Terdampak Banjir di Pelalawan dapat Kunjungan dari Danlanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru, Bupati H. Zukri Ucapkan Terimakasih

46
×

Warga Terdampak Banjir di Pelalawan dapat Kunjungan dari Danlanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru, Bupati H. Zukri Ucapkan Terimakasih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan , Kompas 1 Net-– Bupati Pelalawan H. Zukri SE dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Pelalawan mengucapkan rasa terimakasih kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) yang telah peduli akan masyarakat Pelalawan yang terdampak bencana banjir, Selasa (16/01/2024), bertempat di kantor Bupati Pelalawan.

Kunjungan Komandan Pangkalan Udara, Roesmin Nurjadin Riau Marsekal Pertama (Marsma), Feri Yunaldi SE. M.han ialah bentuk keprihatinan TNI AU kepada masyarakat dan warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Pelalawan.

Selaku Kepala Daerah Kabupaten Pelalawan H. Zukri SE dan seluruh unsur pimpinan di Kabupaten Pelalawan mengucap terima kasih atas kunjungan serta bantuan yang akan di berikan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Pelalawan.

“Selaku Kepala Daerah di Kabupaten Pelalawan serta rekan-rekan pimpinan mengucap terima kasih atas kepedulian TNI AU atas bencana yang di alami oleh masyarakat Kabupaten Pelalawan, ” ucap H. Zukri SE.

Bupati Pelalawan tersebut menambahkan bahwa untuk korban terdampak bencana sudah distribusikan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan.

“Izin Jendral kami sampaikan bahwa korban bencana sudah kita berikan bantuan juga. jalan Lintas Timur yang tidak bisa di tempuh yakni 120 cm tinggi muka air” Tambah Zukri

Sementara itu, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI, Feri Yunaldi SE.M.Han meminta maaf karena baru bisa hadir membantu masyarakat Kabupaten Pelalawan karena kondisi sesuatu dan lain hal serta mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalawan tetap terpantau oleh Lanud melalui udara.

“Saya mohon maaf atas keterlambatan saya, tapi masyarakat terdampak banjir tetap kami pantau melalui udara” ucap Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI tersebut.

Terakhir Feri Yunaldi menyerahkan secara simbolis kepada korban terdampak banjir yang di bawa dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin lebih kurang 1.000 paket bantuan untuk meringankan beban para korban.

“Kami kesini membawa sedikit bantuan untuk meringankan beban saudara kami di Kabupaten Pelalawan” tutup Feri.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.