Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Wabup Rohil Hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan RUPS Tahunan 2021 Bank Riau Kepri di Pekanbaru

18
×

Wabup Rohil Hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan RUPS Tahunan 2021 Bank Riau Kepri di Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru | Kompas 1 Net– Wakil Bupati Rokan Hilir, Sulaiman Azhar, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), dan RUPS tahunan 2021 di Pekanbaru pada hari Sabtu (23/04/2022). Dalam rapat itu, seluruh pemegang saham menyepakati menerima laporan hasil rapat secara musyawarah mufakat, tanpa voting.

Selama mengikuti rapat RUPS LB, Direktur Utama (Dirut) BRK, Andi Buchari, mengatakan, pada RUPSLB juga telah disepakati adanya penambahan modal dari Pemprov Riau sebesar Rp120 Miliar. Dengan demikian persentase kepemilikan saham BRK Pemprov Riau, baik signifikan dari 38 persen menjadi 43,15 persen.

“Alhamdulillah RUPS LB dan RUPS tahunan 2021 telah berjalan dengan baik dan lancar. Hasilnya ada beberapa keputusan strategis, salah satunya Pemprov Riau menambah penyertaan modal distor sebesar Rp120 Miliar. Sudah terealisasi 29 Maret lalu sebesar Rp100 miliar, sudah masuk efektif,” ujar Andi Buchari usai RUPS LB yang juga dihadiri Gubernur Riau, Syamsuar, dan Gubernur Kepri.

“Dengan keputusan tersebut maka sudah langsung dicatatkan memperkuat permodalan Pemprov Riau. Dengan tambahan modal tersebut maka kepemilikan modal Pemprov Riau menjadi, dari 38 persen menjadi 43,15 persen, pemgedang saham yang lain menyesuaikan. Ini memperkuat struktur permodalan,” tambahnya.

Selain Pemprov Riau, daerah lain yang menambahkan modal diantaranya Kabupaten Natuna total Rp 52 miliar, Kabupaten Siak sebesar Rp15,5 miliar yang dibagi dalam tiga tahun, termasuk dari Kabupaten Kuansing sedang melakukan penilaian kembali untuk penambahan modal.

“Ada juga dari Konsumen amanah BRK yang memasukkan modal mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan dari Pemko Batam ada tapi belum ada disampaikan berapa besarnya. Jadi dari agenda kedua RUPS LB banyak yang menambah modal,” jelasnya.

Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi,Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Rokan Hilir.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.