Example floating
Example floating
Pendidikan

Soroti Pola Penggunaan AI di Kalangan Generasi Muda, Mahasiswa UIN Suska Riau Raih Silver Medal di Ajang Nasional MEC 8

11
×

Soroti Pola Penggunaan AI di Kalangan Generasi Muda, Mahasiswa UIN Suska Riau Raih Silver Medal di Ajang Nasional MEC 8

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru, Kompas 1 net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara, Irfan Ramadani, sukses meraih Silver Medal dalam ajang Mandalika Essay Competition 8 (MEC 8) tingkat nasional yang berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 16–18 Mei 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mataram tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mengangkat tema “Indonesia Hebat 2035: Arah Baru Pembangunan dari Sudut Pandang Generasi Muda,” kompetisi ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan ide-ide inovatif mengenai masa depan bangsa.

Dalam ajang tersebut, Irfan Ramadani membawa esai berjudul “Kurikulum NEXA: Next Education Architecture untuk Indonesia 2045.” Esai tersebut membahas pentingnya transformasi sistem pendidikan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang semakin pesat.

Menurut Irfan, sistem pendidikan saat ini masih terlalu berfokus pada capaian akademik dan hafalan, sementara tantangan masa depan membutuhkan generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, dan memahami perkembangan teknologi secara lebih mendalam.

Melalui gagasannya, ia menawarkan konsep Kurikulum NEXA yang menempatkan literasi Artificial Intelligence (AI), project-based learning, creative problem solving, serta design thinking sebagai dasar utama pembelajaran di masa depan.

Ia mengungkapkan bahwa ide tersebut lahir setelah melihat fenomena penggunaan AI di kalangan anak muda yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara maksimal dan bijak.

“Saat ini banyak generasi muda menggunakan AI hanya untuk hasil instan tanpa memahami bagaimana sistem itu bekerja. Padahal teknologi seharusnya tidak hanya digunakan, tetapi juga dipahami agar bisa dimanfaatkan secara lebih cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus mampu mendorong peningkatan kualitas berpikir generasi muda, bukan justru membuat mereka bergantung secara pasif terhadap teknologi.

“Generasi muda harus mampu menjadi pengendali teknologi, bukan hanya pengguna. Karena itu pendidikan harus mulai diarahkan untuk membangun cara berpikir kritis dan kemampuan memahami teknologi secara mendalam,” tambahnya.

Selama mengikuti MEC 8 di Lombok, Irfan mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru, mulai dari proses presentasi gagasan di hadapan dewan juri hingga berdiskusi dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Baginya, kompetisi tersebut menjadi ruang pembelajaran yang membuka wawasan tentang banyak persoalan dan inovasi dari berbagai daerah.

Ia juga mengaku sempat merasa gugup ketika mempresentasikan gagasannya di tingkat nasional. Namun pengalaman tersebut justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan public speaking.

“Saya merasa pengalaman di lomba ini sangat berharga karena bukan hanya soal medali, tetapi bagaimana belajar menyampaikan ide, menerima kritik, dan bertemu dengan banyak mahasiswa hebat dari seluruh Indonesia,” katanya.

Keberhasilan meraih Silver Medal tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Irfan Ramadani sekaligus membawa nama baik UIN Suska Riau di tingkat nasional. Ia berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berani berkarya dan menyampaikan gagasan yang relevan terhadap perkembangan zaman.

Melalui prestasi tersebut, Irfan juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ide dan inovasi di bidang pendidikan agar generasi muda Indonesia mampu menghadapi tantangan era digital dan kecerdasan buatan di masa depan.

 

 

Editor: Redaksi

Example 120x600