Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Secara Swadaya, Pemdes Pangkalan Nyirih Kembali Perbaiki Jembatan Rusak bersama Masyarakat 

68
×

Secara Swadaya, Pemdes Pangkalan Nyirih Kembali Perbaiki Jembatan Rusak bersama Masyarakat 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rupat Bengkalis, Kompas 1 Net – Pemdes pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis kembali perbaiki jembatan secara Swadaya yang sudah di perbaiki berkali kali, dan saat ini kembali rusak parah.

Jembatan yang rusak dan roboh tersebut, yang sempat viral di media sosial ini sempat di perbaiki secara mandiri oleh Pemdes Pangkalan Nyirih, melalui Dana Swadaya warga dan sumbangan dari tiga perusahaan.

Namun jembatan tersebut kini sudah mulai rusak kembali dan terlihat banyak retakan di tonggak tonggak penopang jembatan yang di buat dari batang kelapa.

Jembatan penghubung antara Tiga Desa ini sampai saat ini tak kunjung diperbaiki Pemerintah Daerah, baik dari Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, padahal jembatan ini merupakan satu titik akses penting untuk menuju Dua Desa ( Desa Sungai Cingam, Desa Makeruh) dan Dua Destinasi wisata Pulau Rupat Pantai Ketapang dan Pantai Makeruh, yang kerap menjadi salah satu tempat yang di kunjungi wisatawan lokal maupun wisatawan luar untuk menikmati suasana pantai yang indah di hari libur.

Saat pemdes Pangkalan Nyirih melalui Sekdes, di Konfirmasi oleh awak media terkait pengusulan jembatan ini, di katakan nya Pemdes Juga sudah mengusulkan pada saat Musrenbangdes dan Musrenbang Kecamatan, agar jembatan ini menjadi prioritas utama, tapi sampai hari ini sudah beberapa kali pihak Desa memperbaiki belum dapat jawaban yang pasti terkait pembangunan jembatan ini, baik dari Pemkab Bengkalis maupun dari pihak provinsi.

Jembatan yang terletak bersebelahan dengan SDN 05 Desa Pangkalan Nyirih, merupakan jembatan poros penghubung ke Desa Sungai Cingam dan Desa Makeruh yang sudah terbangun hampir 15 tahun lamanya, dan sempat di perbaiki dengan memanfaatkan batang kelapa pada Bulan October 2023, tapi ketahan batang kelapa tidak berlangsung lama, hingga saat ini sejak di perbaiki sudah 2 kali pihak Desa bersama warga memperbaiki nya lagi, hingga hari ini jembatan ini seakan tidak bisa lagi untuk dilintasi kendaraan berat, yang takut nya akan memakan korban.

Pihak Pemdes Juga sudah Cuba menghubungi kembali beberapa perusahaan yang berada di Desa tersebut dan Desa sebelah, untuk kembali bekerja sama memperbaiki jembatan yang sudah mulai terlihat retakan di setiap batang kelapa, yang di gunakan sebagai penopang jembatan tersebut, melalui pesan singkat Wa, jawaban nya ” baik pak nanti kita sampaikan kepada manager”, ( 20 April 2024) tapi hingga hari ini belum ada jawaban dari pihak perusahaan, karena itu Pemdes mengambil langkah memperbaiki secara swadaya bersama warga, agar jembatan tersebut masih bisa di lalui.

Jembatan yang berada di jalan poros penghubung desa dan Destinasi wisata Pantai Ketapang ini, merupakan objek yang harus di segerakan pembangunan nya, mengingat tingginya Minat wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai tersebut, seperti hari ini Sabtu, (04 may 2024) ada tiga bus yang melewati jembatan ini, awal nya supir ragu – ragu untuk melintasi jembatan tersebut, dan sempat berunding dengan penumpang apakah harus di lalui atau cari destinasi wisata lain, dan akhirnya tetap di lalui dengan hati hati.

Fengki Nofendri, S.Sos, yang menjabat sebagai sekdes Desa Pangkalan Nyirih, mengatakan melalui media ini, mewakili masyarakat Desa Pangkalan Nyirih dan Desa sekitarnya kepada Bupati Bengkalis dan Dewan Dapil Rupat Rupat Utara untuk memprioritaskan anggaran pembangunan Jembatan penghubung Desa tersebut bisa segera terealisasi, harapnya.

Photo: Bagian jembatan ini terlihat patah. 

Warga yang ikut bergotong royong memperbaiki jembatan tersebut saat di tanyakan apa harapan warga, “Kami berharap jembatan rusak tersebut supaya segera di perbaiki secara permanen, karena jembatan ini sudah lama rusak, bukan baru baru ini.

Untuk pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun pusat, tolonglah perhatikan jembatan ini, karena khawatir akan menimbulkan korban, jembatan tersebut sudah rusak dan Roboh, sudah sempat di bangun Pemerintah Desa memperbaiki dengan memasang batang kelapa dan di timbun batu Bes, tapi hanya bertahan beberapa bulan dan sekarang terpaksa di perbaiki lagi, dengan cara yang sama, masih mengunakan batang kelapa, tidak tahulah berapa lama ketahanannya, bisa jadi ke depan nya jembatan ini hanya akan bisa untuk di lalui kendaraan Roda 2 saja, tidak bisa lagi di lalui kendaraan Roda 4, mengingat kondisi jembatan yang sudah terlihat retak dan lapuk tiang penopang nya.terangnya.

 

Indra.s


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.