Example floating
Example floating
Artikel

Resensi: 26 Tahun Perjuangan Elviriadi dalam Lensa Kader HMI dan Masyarakat Riau: Rekaman Masa Muda yang Membara

55
×

Resensi: 26 Tahun Perjuangan Elviriadi dalam Lensa Kader HMI dan Masyarakat Riau: Rekaman Masa Muda yang Membara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Identitas Buku

Judul : 26 Tahun Elviriadi dalam Lensa Kader HMI dan Tokoh Masyarakat Riau

Penulis: Dr. Elviriadi

Penyusun : Zurkarnain

Penerbit : Komisariat Faperika Unri

Tahun Terbit: 2003

Tebal : 94 hlm

Buku setebal 94 halaman ini merekam kisah heroik, kesederhanaan, daya juang, dan obsesi pemuda Elviriadi di tengah gelombang kehidupan. Buku ini menceritakan sosok tokoh muda pada masanya. Budak Selat Panjang naik Jelatik mengukir kisah berbunga.

Disusun oleh Zurkarnain, buku biografi non-konvensional ini berisi kumpulan tulisan, kenangan, dan penilaian dari orang-orang yang pernah berjuang bersama atau mengenal Elviriadi. Justru mereka bukan orang sembarangan.

Diantaranya seperti: Prof Dr. H. Tabrani Rab. Prof. Dr Ir. H. T Dahril M.Sc. Prof Dr Alaidin Koto MA. Dr Chaidir MM, dan Drs H Wan Abu Bakar MSi. Puluhan lainnya lagi turut berkontribusi.

Kekuatan buku ini terletak pada keotentikannya. Karena ditulis banyak orang, potret Elviriadi yang muncul berdimensi. Kader HMI menyorot semangat intelektual dan militansinya di organisasi. Tokoh masyarakat merekam aksi nyata beliau di lapangan. Potret Elviriadi yang tersaji adalah anak dusun berlatar ekonomi sederhana, tetapi memiliki semangat juang luar biasa dalam peran sebagai aktivis dan organisator sampai meraih gelar akademis.

Buku ini terasa hidup dan personal, bukan sekadar data. Meski terbit 2003, nilai yang diangkat tetap relevan: konsistensi, keberpihakan kepada rakyat, dan cinta lingkungan. Cocok dibaca mahasiswa, kader HMI, aktivis, dan siapa saja yang ingin belajar dari keteladanan seorang pejuang daerah.

Jiwa Cinta Lingkungan, Keberpihakan pada Nasib Anak Negeri dan Masyarakat Tertindas, Elviriadi

Entah sejak kapan saya mengenal Budak Selat Panjang naik Jelatik Dr. Elviriadi, bukan saat beliau sebagai aktivis mahasiswa masa muda yang membara. Ratusan judul berita, artikel, dan karya seni tulisan Dr. Elviriadi sudah saya unggah ke portal berita daring.

Meski usia beliau kini mendekati setengah abad, semangat juang masa muda Elviriadi tetap menyala, tak pernah padam. Kini beliau beraktivitas sebagai dosen di UIN Suska Syarif Kasim Riau, saksi ahli di pengadilan, dan aktif di berbagai organisasi daerah dan nasional.

Tersohor dengan julukan “Pakar Lingkungan”, Dr. Elviriadi mencintai alam bahari dan hutan. Kerusakan hutan akibat pembalakan oleh perusahaan perkebunan dan pembuangan limbah ke sungai dan laut memantik keresahan dan kemarahannya. “Rela gundul demi memperjuangkan hutan yang digunduli,” demikian ungkap Elviriadi.

Hutan dan alam bahari yang dibabat perusahaan untuk perkebunan kelapa sawit, serta hak-hak ulayat masyarakat adat yang diabaikan, tak luput dari perhatian dan perjuangan Elviriadi. “Tak ingin anak cucu kepunahan teloww temakol ,” ucapnya sederhana tapi penuh makna.

Elviriadi Tumpuan Harapan dalam Perjuangan Resin Hak-Hak Masyarakat 

Konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat, Elviriadi menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat Riau dalam memperjuangkan berbagai persoalan, salah satunya hak plasma 20 persen bagi masyarakat sekitar perusahaan perkebunan kelapa sawit pemegang izin HGU pemerintah.

Sebagai ahli lingkungan dan advokasi hukum, Dr. Elviriadi sering diminta masyarakat menjadi narasumber dan konsultan. Beliau kerap turun langsung ke daerah-daerah memakai mobil travel umum. Beliau rela makan di warung sederhana dan menginap di tempat seadanya.

Kesimpulan & Rekomendasi

Dengan format kumpulan testimoni, buku ini tidak kaku seperti biografi kronologis. Alur non-kronologisnya justru jadi kelebihan: pembaca bisa merasakan Elviriadi dari berbagai sudut pandang sekaligus. Kelemahannya, pembaca yang baru mengenal beliau mungkin perlu waktu untuk merangkai timeline perjuangannya.

Secara keseluruhan, “26 Tahun Elviriadi dalam Lensa Kader HMI dan Tokoh Masyarakat Riau” adalah dokumentasi penting tentang dedikasi seorang anak dusun yang konsisten membela lingkungan dan hak-hak masyarakat tertindas. Buku ini layak jadi bacaan wajib kader HMI, aktivis, mahasiswa, dan siapa pun yang peduli Riau dan Indonesia.

 

Penulis : Zurfami 

Zurfami pernah menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dan Rokan Hilir, kini berkiprah sebagai Pemimpin Redaksi Portal Berita Online.

Example 120x600