Inhil, Kompas 1 net- Gasing kayu berputar kencang memecah suasana halaman Kantor LAMR Kabupaten Indragiri Hilir. Polres Inhil menggelar Perlombaan Gasing Bhayangkara, Senin 22/6/2026 siang, sebagai rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini bukan sekadar lomba. Ini menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya Polres Inhil resmi menggelar kejuaraan gasing. Tradisi Melayu yang nyaris tergerus zaman, kini dihidupkan kembali lewat kolaborasi Polri dan masyarakat.
Sebanyak 40 tim atau 120 peserta dari berbagai wilayah di Inhil tumpah ruah adu ketangkasan. Mereka memperebutkan hadiah pembinaan: Juara I Rp3 juta, Juara II Rp2 juta, Juara III Rp1 juta, Juara IV Rp500 ribu, lengkap dengan piala dan piagam penghargaan.
Rangkaian acara dibuka dengan doa dan sambutan. Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K. hadir langsung bersama Ketua LAMR Inhil Asmadi, S.H., Kabid Kebudayaan Disparporabud Yuli Astuti, Kadis PMD Yuliargo, S.P., serta jajaran Forkopimda dan tokoh adat. Turut hadir Dewan Penasehat HKBS Ibnu Kemas Sanjaya dan Ketua IKMR Inhil Romi Irawan, S.T.
Dalam sambutannya, Kapolres Farouk menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan pelestarian budaya ini.
“Gasing bukan mainan biasa. Di dalamnya ada nilai keseimbangan, fokus, konsistensi, dan ketahanan. Nilai-nilai inilah yang ingin kita tanamkan, terutama ke generasi muda,” ujar AKBP Farouk.
Menurutnya, Perlombaan Gasing Bhayangkara bukan hanya memeriahkan HUT Bhayangkara ke-80. Lebih dari itu, ini bentuk komitmen bersama menjaga warisan budaya Melayu agar tetap hidup di era digital.
“Di tengah gempuran gadget dan game online, gasing mengingatkan kita pada akar budaya sendiri. Saya ajak seluruh peserta junjung sportivitas, erat persaudaraan, dan jadikan ajang ini wadah silaturahmi positif,” pesannya.
Polres Inhil berharap kegiatan ini jadi pintu masuk mendekatkan Polri dengan masyarakat. Sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga budaya daerah sama pentingnya dengan menjaga keamanan. Karena budaya adalah identitas bangsa yang harus diwariskan.
Suasana kekeluargaan terasa hingga penutupan. Sorak sorai penonton mengiringi setiap gasing yang berputar paling lama. Dengan semangat itu, Polres Inhil menutup Gasing Bhayangkara pertama dengan harapan: tradisi ini terus berputar, seperti gasing yang tak mudah roboh.












