Example floating
Example floating
Opini

Panca Dharma Sang Akademisi🌾🌾🌾🌾⭐⭐

8
×

Panca Dharma Sang Akademisi🌾🌾🌾🌾⭐⭐

Sebarkan artikel ini

Oleh : Elviriadi, Ph.D

Menjadi dosen disebut pula seorang akademisi. Sebutan itu bukan tanpa beban. Malah menyimbolkan konsekwensi dan tanggung jawab. Ada 5 tanggung jawab seorang akademisi. Oh ternyata lima, bukan tiga. Berarti dari Tri Dharma Menuju Panca Dharma.

Pertama, pendidikan dan pengajaran. Kedua, penelitian, ketiga pengabdian. Ini yang biasa kita dengar. Namun diluar kelaziman baku diatas, rupa rupanya terdapat dua lagi, yakni kewajiban sebagai hamba yang taat dan kewajiban menciptakan peradaban.

Mari kita ulas. Pendidikan dan pengajaran penuhi tatap muka dikelas, buat buku teks ajar, periksa ujian dan laporan peserta didik.

Penelitian ini sudah menyatu dalam denyut nafas seorang dosen. Penelitian ini tujuan normalnya agar Dia bisa mengisi BKD, SKP berjenjang, dan tunjangan. Tapi motif luhur nya adalah membuang sifat miskin kreatifitas, miskin ide, lesu depan leptop, ngantuk-an dan hidup tanpa karya.

Segera lah kembali ke pangkal jalan, bila dia tidak mau menelirti. Insyaf dan koreksi diri. Kalau tak mau masuk kelas, tak ada penelitian, marketop (malas ragu ketik laptop) lebih baik berhenti jadi dosen. Pilih profesi nyantai nir intelektual daripada makan gaji setengah buto, Wak!

Jalan akademisi bukan laluan bertabur kebebasan tanpa karya ilmiah. Jangan berdalih cari nafkah samperan, gaji tak cukup bro, harga barang naik mem-bulan mem-bintang.

Jalan akademik jalur keagungan zuhud, siap berlapar hidup seadanya. Tak pernah takut periuk kosong beras tinggal antah. Lalu tergoda ngojek, jual madu kueh baholu sampai tak ada cita rasa penuntut ilmu.

Ada pula yang sibuk dengan dunia luar atas nama pengabdian sosial, aneka dakwah, sukarelawan dan seabrek kesibukan sampingan.

Wahaai, ingatlah sumrigah seawal diterima mengajar sebuah universitas. Seolah puncak cita cita telah dipelupuk mata. Siap begadang menanggung derita. Depan kelas dan labor badan betanggang hati gembira. Tapi kini mengapa hampa?

Namun ada pula akademisi yang gemilang dalam riset, jurnal tumpas olehnya dari Sinta 5 sampai Elseiver Scopuus High Impact tekun mengajar pula.

Tapi bila disuruh atasan menekan demokrasi mahasiswa dia oke juga. Memainkan kwitasi penelitian dana gede dia ketularan juga.

Apa yang terjadi ditetangganya,riuh kemungkaran ia apatis tanpa suara. Dikampus uang halal haram, manipulasi bill hotel hal biasa, dia pun ikutan awalnya. Lelamo tambah menggilooo inisiator penggoda.

Dharma keempat yaitu sebagai hamba yang taat ia terlupa. Karir mentereng kajur, WD, WR, kembali ke Kajur , Kapus, terruuus dalam lingkaran hubbudinia wal jabatania.

Panca Dharma sang Akadenisi tentu tak mudah. Mulai seorang guru, pendidik, peneliti , pengabdi, hamba Allah, pencipta peradaban dan sejarah. Dari tradisi riset hendaknya kau temukan kebesaran Allah. Semakin disiplin reviewer jurnal global, semakin disiplin shalat 5 waktu.

Semakin dalam samudra ilmu, disitu setan tempat seteru. Cinta dunia bin kwitansi bil hotel idfa’billati hiya ahsal. (Tolak dengan kelembutan Qolbu tanpa riya’ dihatimu). Maka medan quantum fikir zikir pasti mempertemukan sang jujur (mengajar 16 tatap muka) , karsa karya cipta, inovasi, perubahan, scopus sinta 2, laptop betanggang, iqro’ ke relung labirin rindu Sang Maha Rahman.***

Example 120x600