Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Optimis Dapat Piala Adipura, Kadis DLH Rohil Sebut Titik Pantau Sudah Siap Dinilai

67
×

Optimis Dapat Piala Adipura, Kadis DLH Rohil Sebut Titik Pantau Sudah Siap Dinilai

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Diskominfotik Rohil, Kompas 1 Net- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir sudah melakukan penataan dan pembenahan beberapa lokasi yang menjadi titik pantau untuk penilaian Adipura Tahun 2023. Ada 27 titik pantau yang akan dinilai nantinya oleh tim penilai.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rohil Suwandi, S.Sos saat ditemui usai membersihkan Jalan Perkatoran batu enam Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir Propinsi Riau, Jumat Sore (19/1/2024).

” DLH Rohil telah melakukan persiapan dan penataan pada 27 titik pantau yang akan di nilai oleh tim penilai Adipura Tahun 2023 dari KLHK, DLHK Propinsi Riau serta P3ES. Kami sudah benahi 27 titik pantau ini berangsur angsur sejak penilaian Kota bersih,” kata Suwandi.

Lanjutnya,” adapun titik pantau yang sudah dipersiapkan dan ditata untuk dilakukan penilaian di antaranya taman kota , hutan kota, taman budaya, sekolah yang ada di kota Bagansiapiapi ada tiga sekolah yang kita tunjuk seperti sekolah SDN 001, SMP Negeri 1 Bangko dan SMA Negeri 1. ”

“Kemudian ada Rumah Sakit umum daerah (RSUD), Puskesmas dan yang tidak kalah pentingnya di TPA, dan

di TPA ini ada tiga lokasi yang dinilai bersama pengelolaan sampah perkotaan. Kemudian bak sampah induk dan proses pengolahan sampah di TPS, ” terang Suwandi.

Selain itu dikatakan Suwandi, ada bank sampah dan beberapa lokasi seperti perumahan, pertokoan, jalan dan sebagainya termasuk saluran terbuka.

” Ada dua lokasi untuk saluran terbuka, sungai pabrik dan sungai garam. Ya mudah-mudahanlah dengan persiapan yang kita lakukan dari jauh-jauh hari, kita siap menyambut dan menerima tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta, termasuk dari P3ES dan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau

Untuk segi penghijauan, dikatakan Suwandi sudah maksimal. Karena penghijauan sudah lama dilakukan dan hampir semua jalan sudah ditanami pohon tabebuya, Ketapang dan juga bunga-bunga.

” Kalau tidak ada halangan besok hari Sabtu (20/1) akan dimulai penilaian oleh tim penilai, dan kami optimis Rohil akan dapat piala Adipura, dengan evaluasi yang kami lakukan bersama tim dan juga beberapa OPD terkait , ya Bagansiapiapi bisa meraih piala Adipura tahun ini.” harapnya. (Rilis)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.