Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Meriahkan HUT Ke-79 RI, Desa Tambang Emas Adakan Lomba Volly Ball Tingkat RT 

62
×

Meriahkan HUT Ke-79 RI, Desa Tambang Emas Adakan Lomba Volly Ball Tingkat RT 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin, Kompas 1 net- Menjelang puncak peringatan HUT ke 79 RI, Pemerintah Desa Tambang Emas Kecamatan Pamenang Selatan Kabupaten Merangin mengadakan kegiatan turnamen volly ball tingkat RT (Dusun)

Turnamen memperebutkan piala bergilir yang berlangsung dari awal Agustus 2024, Kemarin. diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Tambang Emas diikuti sekitar 19 tim yakni 9 tim Putri dan 10 Tim Putra.

” Kita dari pemerintah desa ikut meramaikan dan memeriahkan peringatan HUT kemerdekaan RI di desa ini, kami mengadakan kegiatan perlombaan Volly ball yang mana rencana nya sudah dipersiapkan, dan sudah dibentuk oleh pemerintah desa untuk menyelenggarakan turnamen volly ball antar RT (dusun) yang dinamakan Tambang Emas Cup,” ucap kades Juarno SIP, kepada awak media.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana kegiatan turnamen volly ball Ahmad Khoirul Anwar SH mengatakan kalau kegiatan lomba yang di selenggarakan tersebut atas kerjasama dengan pemerintah desa, ini sengaja dibuat demi untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke 79 tahun 2024.

“Alhamdulillah saya bersyukur atas adanya kegiatan ini, kegiatan ini merupakan suatu wujud nyata bahwa kita selaku warga dan pemerintah desa sangat menjunjung tinggi nilai-nilai sejarah kemerdekaan kita, dan insya Allah setiap tahun nya akan kami adakan perlombaan-perlombaan untuk memeriahkan peringatan HUT RI,” ungkap ketua panitia.

“Kita sebagai rakyat Indonesia yang cinta dengan negara kita dan menghargai pahlawan kita yang sudah bersusah payah berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan RI yang hakiki mari kita perkuat dan rasa persaudaraan dan persatuan antar sesama dan saling menjaga tali silaturahmi yang baik,” imbuhnya.

Terakhir, salah satu peserta yang ikut perlombaan Volly ball yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kalau diri merasa senang dan gembira apa yang sudah dilakukan oleh pemdes tambang emas untuk memeriahkan HUT ke 79 RI.

” Syukur Alhamdulillah, secara pribadi saya sangat merasa senang sekali dengan kegiatan ini, melalui kegiatan ini saya bisa mengambil hikmah nya karena kita sebagai rakyat Indonesia harus menjaga persatuan dan kesatuan dan saling menjaga tali silaturahmi antar sesama, dan marilah kita satukan jiwa persatuan dan kekompakan untuk menjaga NKRI ini. tandasnya perseta tersebut.

Tores**..


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.