Example floating
Example floating
Banner Infozone
PemerintahPendidikan

Mendikbud Nadiem Kasih Putri Ariani Beasiswa Buat ke Juilliard School

45
×

Mendikbud Nadiem Kasih Putri Ariani Beasiswa Buat ke Juilliard School

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Kompas 1 Net – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berikan Beasiswa Indonesia Maju (BIM) kepada Ariani Nisma Putri usai meraih Golden Buzzer di acara America’s Got Talent (AGT) 2023. Beasiswa ini diberikan kepada Putri sebagai bentuk dukungan agar siswi SMKN 2 Kasihan Yogyakarta ini bisa meraih mimpi bersekolah ke The Juilliard School.

Momen pemberian beasiswa ini dilakukan di di kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jakarta, pada Jumat (9/6) lalu. Pada kesempatan itu Mas Menteri juga memberikan ucapan selamat secara langsung kepada Putri.

Pemberian Beasiswa Indonesia Maju

Pada kesempatan tersebut, Nadiem mengaku Putri adalah sosok yang sangat menginspirasi bagi Indonesia. Dengan demikian, Beasiswa Indonesia Maju diberikan untuk merealisasikan mimpi Putri untuk berkuliah di The Juilliard School meski dengan seleksi yang ketat.

Nantinya program BIM akan membantu Putri dari mulai persiapan hingga diterima di perguruan tinggi pilihannya.

“Jadi selain beasiswa penuh saat kuliah nanti, dalam proses pendaftaran Putri ke kampus, persiapan untuk tes juga akan didukung lewat beasiswa ini,” jelas Nadiem dalam rilis yang diterima, ditulis Senin (12/6/2023).

Tak berhenti disitu agar mempermulus langkah Putri ke The Juilliard School, Mas Menteri bersedia menawarkan surat rekomendasi untuk memperkuat pendaftaran karena prestasinya. Proses penerimaan BIM disambut tangis haru Putri.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Menteri Nadiem dan Kemendikbudristek karena sudah mendukung mimpinya sejak kecil.

“Terima kasih. Aku senang banget. Soalnya dari kecil impianku mau kuliah di The Juilliard School,” ungkap Putri.

Merdeka Belajar Versi Putri Ariani

Pada kesempatan yang sama, Putri ceritakan bagaimana merdeka belajar versinya. Hal ini tentu saja mendukung keberhasilan Putri di acara America’s Got Talent (AGT) 2023.

Menurutnya, sekolah sangat memaksimalkan minat dan bakat milikinya. Meski dengan kekurangan, Putri merasa terbantu dengan pembelajaran sekolah yang membebaskannya dan guru dalam memilih sarana belajar mengajar, karena setiap anak memiliki caranya sendiri dalam belajar.

“Kalau di sekolah Putri punya cara belajar sendiri Pak, pakai teknologi. Jadi Putri pakai handphone dan laptop biasa, kemudian dibantu screen reader. Putri bisa mengarsipkan sendiri materi-materi sekolah di laptop,” cerita Putri kepada Menteri Nadiem.

Kebebasan belajar yang dirasakan Putri juga dijelaskan oleh sang ibu, Reni Alfianty. Kesuksesan Putri hingga masuk ke semifinal ajang bakat internasional ternyata dikonversi pihak sekolah sebagai bentuk praktik kerja lapangan (PKL).

“Jadi waktu di acara (AGT) itu, Putri bawa name tag sekolahnya dan minta difoto. Saya bilang, ‘Kenapa?’ Ternyata untuk bukti PKL nya,” cerita Ibu Reni.

Merespon hal ini, Mas Menteri mengapresiasi semangat luar biasa Putri dan juga orang tua yang mendukung perjalanan Putri selama menempuh pendidikan di sekolah umum. Menurutnya perjalanan sekolah Putri sangat menggambarkan konsep Merdeka Belajar dan senang bila Putri bisa membuat lagu tentang hal tersebut.

“Menurut saya pengalaman Putri sangat menggambarkan konsep Merdeka Belajar. Di mana orang tua mengikuti minat dan bakat dan memberikan kebebasan dalam mengajarkan Putri. Saya akan sangat senang kalau Putri bisa membuat lagu tentang Merdeka Belajar,” kata Nadiem.

Di sela-sela perbincangan, Mendikbudristek turut mendengarkan lagu “Permata Indah Dunia” yang dibuat dan dinyanyikan oleh Putri. Ia tak berhenti membuat Mas Menteri kagum dengan kemampuan yang dimilikinya.

“Saya alhamdulillah punya kelebihan pitch perfect (dapat mengidentifikasi not musik dengan sempurna hanya dengan mendengar). Kalau dari tadi saya dengar nada bicara Bapak di C mayor,” kata Putri.

 

Sumber : https://www.detik.com/edu/edutainment/d-6767843/mendikbud-nadiem-kasih-putri-ariani-beasiswa-buat-ke-juilliard-school


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.