Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Mantap! Perdana di Merangin, Desa Koto Baru Tabir Dicanangkan Jadi Desa Cantik

97
×

Mantap! Perdana di Merangin, Desa Koto Baru Tabir Dicanangkan Jadi Desa Cantik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MERANGIN – Kompas 1 net-Dinilai cukup matang atau mahir dalam pengelolaan data, Desa Koto Baru Kecamatan Tabir Lintas Kabupaten Merangin Provinsi Jambi, dibawah pimpinan Kepala Desa Ade Sadria, dicanangkan menjadi Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) perdana di Kabupaten Merangin.

Pencanangan Desa Cantik tersebut, dilakukan Pj Bupati Merangin H Mukti, melalui Kadis Kominfo M Arief, didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merangin Kuswan Gunanto pada Jumat pagi (20/9/2024).

‘’Desa Cantik adalah program percepatan dari Badan Pusat Statistik dalam lingkup wilayah desa/kelurahan, untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data desa,’’ujar M Arief.

Sehingga perencanaan pembangunan desa lanjut Kadis Kominfo Merangin, menjadi lebih tepat sasaran. Penunjukkan Desa Cantik diawali dari koordinasi antara BPS dengan Dinas Kominfo Merangin.

Dari hasil koordinasi tersebut, dari 205 Desa di Kabupaten Merangin, desa Koto Baru terpilih sebagai Calon Desa Cantik tahun 2024. ‘’Jadi mulai hari ini Jumat, 20 September 2024 Desa Koto Baru secara resmi telah dicanangkan sebagai Desa Cantik 2024,’’terang Kadis Kominfo Merangin.

Terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Merangin Kuswan Gunanto menegaskan pentingnya ketersediaan data di lingkungan Pemerintah yang berjenjang, dari tingkat desa, kecamatan, sampai dengan tingkat kabupaten.

‘’Data merupakan komponen utama yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan di suatu wilayah. Desa Cantik filosofi yang menekankan pentingnya desa sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya,’’terang Kuswan.

Desa lanjut Kuswan Gunanto, bukan hanya sekedar tempat tinggal penduduk, tetapi juga menjadi sumber data yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan di wilayah tersebut.

Sedangkan tujuan dibentuknya Desa Cantik tersebut jelas Kuswan Gunanto, untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.

Disamping itu juga untuk terciptanya standardisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik dan untuk optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik, sehingga program pembangunan di desa tepat sasaran.

Semetara itu Kepala Desa Koto Baru Ade Sadria, mengucapkan terima kasih telah percayai Desa yang ia pimpin terpilih dan merupakan desa perdana menjadi Desa Cantik di Merangin.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mempercayai desa kami menjadi desa cantik, terutama Statistik, “ungkapnya.

Dengan hadirnya desa Cantik ini jelas Ade Sadeia, ia berharap Desa Koto Baru menjadi desa percontohan khususnya di Kabupaten Merangin.

“Apa yang kita rencanakan ini, mudah-mudahan nantinya menjadi desa percontohan, dan lebih semangat lagi dalam membangun desa kedepannya,” tanda

Tampak hadir pada pencanangan Desa Cantik tersebut, Inspektur Merangin Defi Martika, Sekdin Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Merangin Samsul Akiar, Sekdin Bappeda Merangin Lidya, Camat Tabir Lintas Murliadi, Kades Koto Baru Ade Sadria dan sejumlah undangan lainnya. (*)

Penulis: Jhoni


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.