Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Ketua DPRD Kota Payakumbuh Kunjungi Kominfo Rohil, Ini yang Dibahas

17
×

Ketua DPRD Kota Payakumbuh Kunjungi Kominfo Rohil, Ini yang Dibahas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bagansiapiapi | Kompas 1 Net -Kamis 12 Mei 2022. Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Rokan Hilir menerima kunjungan kerja ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus, Kamis (12/05/2022) di ruang Wakil Bupati Rokan Hilir, Sulaiman Azhar di kantor Bupati lantai 4, KM 6 Bagansiapiapi. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk pertukaran informasi berkaitan inovasi Pemkab Rokan Hilir dalam meningkatkan keterbukaan dan akuntabilitas informasi guna membangun kepercayaan dan dukungan masyarakat dalam pembangunan demokrasi di era digital 4.0.

Kunjungan diterima oleh Wakil Bupati Rokan Hilir, Sulaiman Azhar, Kadis Kominfo Rohil, Indra Gunawan, SE, Kepala Badan Penanaman Modal, Acil Rustianto, Kabid Sandi Kominfo, Dona, dan Kabag Tapem.

” Selain berhubungan dengan inovasi, kunjungan kami ke Dinas Kominfo juga untuk mendapatkan informasi berkaitan penghargaan peringkat III dari Ombudsman yang diperoleh Pemkab Rohil,” kata Hamdi Agus.

Selain itu, pihaknya juga ingin mengupayakan bagaimana infrastruktur jaringan internet di Payakumbuh semakin baik. “Kami memohon saran dan dukungan karena kita tahu provider internet berada di Riau. Saat ini, kehadiran Command Center mempermudah pengawasan kota Payakumbuh sebagai upaya perbaikan pelayan publik kepada warga,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Kominfo Rohil, Indra Gunawan, menjelaskan bahwa Kominfo Rohil akan terus berinovasi dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pelayanan publik di Rokan Hilir. Salah satu wujudnya adalah dengan memasang closed-circuit television (CCTV) yang dipasang tiap sudut kota Bagansiapiapi dan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan konsep Smartcity.

Selain itu, kata Indra, Pemkab Rohil juga meluncurkan Aplikasi e-SPPD dan pelayanan pembayaran Retribusi Tower Seluler dan Wifi secara Elektronik (E-Retribusi). Bahkan, baru baru ini, untuk kerjasama media, Kominfo meluncurkan aplikasi Simatrik.

Dalam pertemuan itu berlangsung diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Wakil Bupati Rokan Hilir, Sulaiman Azhar. Dalam kesempatan tersebut, Wabup menambahkan, Pemkab Rohil sedang merancang program internet masuk desa. Ada beberapa kelemahan dalam penyediaan internet karena tidak bisa dialokasikan dari dana desa.

Dalam diskusi tersebut, ada beberapa aspek yang menjadi perhatian ketua DPRD kota Payakumbuh diantaranya peningkatan PAD, perizinan elektronik, kegiatan Kebudayaan dan Religi. Acara kemudian ditutup dengan kegiatan foto bersama. (Rls)

 

Editor : Pengelola Dokumentasi bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotiks Rokan Hilir


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.