Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

IPS Meningkat, Diskominfo Rohil Dapat Apresiasi dari BPS RI

47
×

IPS Meningkat, Diskominfo Rohil Dapat Apresiasi dari BPS RI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Diskominfotik Rohil, Kompas 1 net – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Rokan Hilir mendapat apresiasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia atas Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) tahun 2024 dengan predikat “Baik”.

Apresiasi ini diberikan dalam rangka Hari Statistik Nasional Tahun 2024 yang digelar di Hotel Grand Mercure – Kemayoran Jakarta, Kamis (26/9/2024). Perlu diketahui bahwa kegiatan EPSS merupakan proses penilaian terhadap pelaksanaan penyelenggaraan statistik sektoral di instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menghasilkan suatu nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS)

Besarnya nilai IPS (skala 1 -5 point) menggambarkan tingkat kematangan (matury level) dari pelaksanaan penyelenggaran statistik sektoral di Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Kategori nilai IPS terdiri dari 5 level dengan predikat masing masing level (kurang, cukup, baik, sangat baik dan memuaskan).

Disampaikan kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Rokan Hilir, Indra Gunawan yang diwakili Kabid Statistik Darmawati, bahwa nilai IPS Kabupaten Rokan Hilir tahun 2024 sebesar 2,76 point (predikat baik).

” Untuk Provinsi Riau, hanya tiga Kabupaten yang mendapat predikat baik, yakni Rokan Hilir, Kuansing dan kota Pekanbaru,” sebutnya.

Menurut Darmawati, hal itu sebagai bukti keseriusan Pemkab Rohil dalam melaksanakan penyelenggarakan statistik sektoral di Kabupaten Rokan Hilir.

Kemeriahan acara ini juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Amir Uskara, Deputi Kemen PAN RB serta diikuti oleh pemerintahan Pusat, Provinsi, Kab/kota dan pihak swasta lainnya.

dalam sambutannya, Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan untuk mewujudkan Indonesia Emas, penting bagi kita mengandalkan statistik berkualitas dan data sektoral yang akurat dalam mendukung kebijakan dan perencanaan.

” Mari tingkatkan kualitas statistik di setiap lini demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Selamat Hari Statistik Nasional 2024,” ujar Amalia

Diakhir acara, Dr. Eng. Imam Machdi M.T, sekretaris utama BPS Pusat memberikan motivasi kepada tim walidata dan ditutup sesi foto bersama.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.