Example floating
Example floating
Pemerintah

HUT Relokasi ke-32, Desa Tanjung Alai Kenang Kampung Lama dan Perkuat Kebersamaan

16
×

HUT Relokasi ke-32, Desa Tanjung Alai Kenang Kampung Lama dan Perkuat Kebersamaan

Sebarkan artikel ini

KAMPAR, Kompas 1 net  – Pemerintah Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Relokasi ke-32 pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Desa Tanjung Alai tersebut berlangsung meriah dengan mengusung tema “Mangonang Kampuong Lamo, Basamo Mambangun Kampuong Baru, Kampuong Lamo Selalu Dihati”.

Peringatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang sejarah relokasi desa, melestarikan adat istiadat, serta mempererat silaturahmi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.

Peringatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) XIII Koto Kampar, Camat XIII Koto Kampar yang diwakili Sekretaris Camat Firdaus Aljumri, Korwil Pendidikan, Danramil, Kapolsek, serta unsur pucuk adat, pucuk agama, dan pucuk pemerintahan Desa Tanjung Alai.

Sejumlah penampilan seni dan budaya turut memeriahkan acara, mulai dari atraksi budaya dan drumband Pondok Pesantren Ibadurrahman, tari persembahan siswa sekolah dasar se-Tanjung Alai, hingga penampilan seni dari SMPN 4 XIII Koto Kampar.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Tanjung Alai, Syamsul Azwar, mengatakan tema yang diangkat tahun ini mengandung pesan agar masyarakat terus membangun kampung yang ditempati saat ini tanpa melupakan sejarah dan identitas asal mereka.

Menurutnya, Kampung Baru merupakan tempat masyarakat melanjutkan kehidupan dan membangun masa depan, sementara Kampung Lama menjadi bagian penting dari identitas, adat, dan kearifan lokal masyarakat Tanjung Alai.

“Melalui peringatan ini, saya ingin mengajak seluruh masyarakat untuk membangun kampung baru dengan semangat gotong royong. Namun, jangan pernah melupakan adat istiadat, budaya, dan silaturahmi yang telah diwariskan oleh ninik mamak kita,” ujar Syamsul.

Ia menegaskan, perpindahan tempat tinggal tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan nilai-nilai kebersamaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan sejak dahulu.
“Fisik boleh pindah, tapi adat dan hati kita tetap di Kampuong Lamo,” tambahnya.

Peringatan HUT Relokasi ke-32 juga menjadi ajang mengenang kehidupan masyarakat Tanjung Alai sebelum relokasi. Suasana haru terasa saat tokoh adat yang diwakili Pahriyal, M.Pd, Datuk Marajo Kampau, menceritakan kehidupan masyarakat di Kampung Lama.

Ia mengenang kehidupan masyarakat yang sederhana, tetapi menjunjung tinggi semangat gotong royong, musyawarah, dan kebersamaan.

“Dulu di Kampuong Lamo, hidup kami sangat rukun dan sederhana. Kalau ada yang batobo atau gotong royong, semua turun. Rumah masih papan, jalan masih tanah, tetapi hati kami kaya akan kebersamaan,” kenangnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut tetap dipertahankan oleh generasi sekarang, meskipun masyarakat telah menempati lingkungan yang berbeda setelah relokasi.

“Jangan sampai di Kampuong Baru yang serba modern ini, kita kehilangan nilai kebersamaan itu. Relokasi ini bukan akhir, tetapi awal bagi kita untuk menjaga warisan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat XIII Koto Kampar, Firdaus Aljumri, yang mewakili Camat, mengapresiasi pelaksanaan peringatan HUT Relokasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga sarana pembelajaran sejarah dan pelestarian budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan XIII Koto Kampar, kami mengapresiasi peringatan HUT Relokasi ini. Desa Tanjung Alai telah menunjukkan bagaimana pelestarian adat dan budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan desa,” kata Firdaus.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam tema kegiatan dapat terus dijaga untuk mendukung kemajuan Desa Tanjung Alai dan Kecamatan XIII Koto Kampar.

Kemeriahan kegiatan berlanjut pada sore hari dengan kehadiran tokoh Riau, H. Edi Basri, M.Si, yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan acara.

Masyarakat tampak antusias mengikuti berbagai permainan dan perlombaan rakyat. Kegiatan juga diisi dengan diskusi santai dan ngopi sore bersama masyarakat, yang menjadi ruang untuk mempererat hubungan antargenerasi sekaligus mengenang sejarah desa.

Selain itu, pengunjung berkesempatan melihat miniatur atau replika Kampung Lama serta mengunjungi stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif Desa Tanjung Alai.

Rangkaian acara ditutup dengan pergelaran seni budaya yang menampilkan Tari Dulang, Tari Kampar Maimbau, serta pertunjukan drumband.

Di akhir kegiatan, Syamsul Azwar menyampaikan terima kasih kepada para donatur, panitia, unsur pemerintah kecamatan, pucuk adat, pucuk agama, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan acara tersebut.

Ia berharap peringatan HUT Relokasi ke-32 dapat semakin mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat untuk membangun Desa Tanjung Alai yang maju tanpa meninggalkan adat dan budaya.

“Tanpa kebersamaan kita, acara ini tidak akan semeriah ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan pahala berlipat ganda,” tutupnya.

Editor : Zurfami

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *