BANTEN, Kompas 1 net — Polri bersama tim SAR gabungan terus mencari delapan orang yang masih hilang setelah kapal cepat KM Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Memasuki hari ketiga pencarian, Polri kembali mengerahkan personel dan kapal untuk memperluas penyisiran.
KP Sanjaya-7017 Kembali Dikerahkan
Salah satu kapal yang digunakan adalah KP Sanjaya-7017 milik Polri yang menyisir perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 59 personel Polri terlibat dalam operasi pencarian.
Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, S.I.K., M.H., yang turut berada di atas KP Sanjaya-7017.
“Memasuki hari ketiga, Polri terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian setelah KM Arupadatu 1 hilang kontak”
— Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko
Karopenmas Divhumas Polri
Pembagian Sektor dan Kekuatan Gabungan
Pada Kamis pagi pukul 08.00 WIB, KP Sanjaya-7017 bergerak bersama KN SAR Tetuka menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. KP Sanjaya-7017 membawa 36 orang terdiri dari 27 awak kapal, 5 personel Ditpolairud Polda Banten, 2 personel Basarnas, dan 2 awak media.
Untuk mempermudah pencarian, Basarnas Banten membagi wilayah operasi menjadi 6 sektor dengan luas total 2.483 nautical mile square (NM²). KP Sanjaya-7017 menyisir sektor B sub B1-B8, sementara KN SAR Tetuka menyisir sektor C sub C1-C8.
Libatkan 280+ Personel dan Berbagai Sarana
Selain Polri dan Basarnas, pencarian juga melibatkan TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, unsur kewilayahan, potensi SAR, nelayan, masyarakat, media, serta keluarga korban. Total lebih dari 280 personel gabungan dikerahkan.
Sarana yang digunakan antara lain kapal SAR, kapal patroli, RIB, dukungan udara, drone thermal, peralatan medis dan komunikasi.
Tantangan Cuaca dan Gunung Anak Krakatau
Pencarian berlangsung dalam kondisi cuaca berat. Wilayah operasi berawan tebal hingga berkabut, angin sekitar 15 knot, dan gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter. Karena berada di sekitar Gunung Anak Krakatau, aktivitas gunung api dan perairan terus dipantau.
“Kami memahami ada keluarga yang menunggu kepastian. Karena itu, pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, terukur dan terpadu”
— Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko
Karopenmas Divhumas Polri
Penyelidikan dan Imbauan
Polri juga menyelidiki kejadian sebelum KM Arupadatu 1 hilang kontak. Subditgakkum Ditpolairud Polda Banten telah meminta keterangan pemilik kapal, pekerja galangan, dan pihak terkait docking.
Polri mengimbau masyarakat dan nelayan yang memiliki informasi agar segera melapor ke Basarnas, Polri atau aparat berwenang. Masyarakat diminta tidak melakukan pencarian sendiri di wilayah operasi karena risiko tinggi.
Sumber: Tribratanews.polri.go.id – Banten, 10 September 2026 – 22:01 WIB
Penulis: Ad/hn/















