Example floating
Example floating
Ekonomi

Harga CPO Naik Lagi! Bos Sawit Sumringah!

53
×

Harga CPO Naik Lagi! Bos Sawit Sumringah!

Sebarkan artikel ini

Foto: Pekerja mengangkut kelapa sawit kedalam jip di Perkebunan Sawit di kawasan Candali Bogor, Jawa Barat.

Jakarta | Kompas 1 Net- Harga komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Malaysia naik di sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/6/2022), setelah harga CPO drop 4% kemarin. Apa pemicunya?

Mengacu pada Refinitiv, pukul 08:30 WIB harga CPO di banderol di level MYR 6.256/ton atau naik 0,74%.

Namun, harga CPO masih anjlok 3,05% secara mingguan dan 3,4% secara bulanan.

Teknisnya, Wang Tao, analis Reuters memproyeksikan harga CPO hari ini dapat naik menuju posisi MYR 6.423/ton karena telah berada di sekitar titik support di MYR 6.138/ton dan telah naik di atas titik resistance di MYR 6.233/ton.

Minyak sawit berjangka Malaysia ditutup anjlok 4% pada Kamis (9/6) setelah produsen utama Indonesia memulai skema untuk mempercepat ekspor CPO dan China sebagai pembeli utama telah memberlakukan kembali lockdown di Shanghai.

Kontrak acuan minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives Exchange berakhir di MYR 6.210/ton (US$1.413,48/ton) turun hingga 257 ringgit dan menjadi penurunan secara harian terbesar sejak lima pekan.

Menurut Kepala Penelitian Pialang Sunvin Group Anilkumar Bagani bahwa harga CPO tertekan oleh meredanya kekhawatiran atas prospek ekspor CPO Indonesia.

Kemarin, Kementerian Perdagangan telah mempublikasikan kebijakan untuk mempercepat skema ekspor yang ditujukan untuk pengiriman setidaknya 1 juta ton minyak sawit mentah dan beberapa turunannya. Peraturan tersebut telah ditandatangi pada Selasa (7/6) dan berlaku hingga 31 Juni 2022.

Tidak hanya itu, pemerintah Indonesia juga menurunkan tarif gabungan maksimum pajak ekspor dan retribusi menjadi US$488/ton dari US$575/ton.

Sisi lainnya, pemerintah China kembali menerapkan lockdown di Shanghai. China merupakan negara importir kedua terbesar CPO Indonesia. Penguncian di Shanghai, tentunya dapat menekan permintaan CPO dari Negara Tirai Bambu tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS), CPO Indonesia menjadi salah satu komoditas favorit China yang dibeli di Indonesia dengan nilai ekspor senilai US$4,11 miliar di 2021. Jumlah tersebut melesat 114,62% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penguncian di China, tentunya akan berdampak buruk terhadap Indonesia karena permintaan akan CPO menjadi berkurang dan berpotensi menggerus penerimaan devisa dalam negeri.

 

Sumber : TIM RISET CNBC INDONESIA

 

 

 

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`