Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Hadiri Peresmian Mesjid Al Falah Kecamatan Kubu, Bupati Rohil : Jaga Kekompakan dan Silaturahmi

26
×

Hadiri Peresmian Mesjid Al Falah Kecamatan Kubu, Bupati Rohil : Jaga Kekompakan dan Silaturahmi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rokan Hilir | Kompas 1 Net-Keberadaan Masjid selain sebagai tempat untuk beribadah, juga berperan dalam membangkitkan kekuatan rohaniah dan keimanan.

Masjid Syuhada desa Teluk Merbau Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Riau merupakan salah satu masjid tertua yang sudah ada sejak tahun 1970. Ia nya merupakan kebanggaan masyarakat Kubu yang berlokasi dekat kuala sungai dengan gaya arsitektur oriental bernuansa warna khas biru.

“Saya tentunya kagum karena masjid ini termasuk yang tertua menjadi salah satu masjid yang secara arsitektur ikonik dan lokasinya strategis,” ungkap Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong saat melakukan peninjauan di Masjid Syuhada, Minggu (16/5/2022). Melihat kondisi Masjid tersebut, Bupati berjanji akan mengalokasikan dana hibah untuk memperbaikinya pada anggaran APBD tahun 2023.

Selain meninjau mesjid tertua tersebut, sebelumnya pada saat yang sama Bupati juga meresmikan Masjid Al-Falah Rantau Panjang Kanan kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Pembangunan Masjid Al Falah berasal dari donasi yang diberikan masyarakat setempat serta perantauan yang tinggal di Malaysia.

Sedangkan lahan mesjid berasal dari waqaf masyarakat yang berasal dari putra asli Rantau Panjang Kanan yang kini bermastuatin di Malaysia bernama Sujang Polis.

Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah serius dengan keberadaan rumah ibadah dimana setiap tahun pemerintah mengalokasikan bantuan dana hibah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Namun, pembangunan mesjid saat ini tidak semudah dulu dimana pembangunannya harus masuk pada RKPD.

” Sehingga tidak bisa dilakukan secara spontan dan untuk dana operasionalnya bisa mendapatkan 100 sampai dengan 150 juta pertahun. Untuk itu, perhatian dan peran serta masyarakat sangat dibutuhkan,” pintanya.

” Saya berharap seluruh masyarakat Kubu, manfaatkan lah masjid ini selain untuk meningkatan iman dan taqwa, juga sebagai tempat pemersatu umat,” cetusnya.

Afrizal mengimbau kepada seluruh jajaran pengurus Masjid Al-Falah agar senantiasa menjaga kekompakan dan silaturrahmi. Dia juga mengapresiasi perjuangan panitia pembangunan mesjid sehingga pembangunan Masjid ini bisa terwujud dengan berlandaskan niat tulus dan ikhlas. Dia berharap, masyarakat dapat bersama-sama memakmurkan masjid tersebut.

Acara peresmian Masjid Al Fatah juga dihadiri kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kominfo, DPMPTSP, Kasatpol PP, camat Kubu, Camat Kuba, Camat Bagansinembah, Anggota DPRD Rokan Hilir dan para Asisten.

Sumber (Rls)
Editor : Bagian Pengelola Dokumentasi Bidang IKP Diskominfotiks


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.