Inhu, Kompas1net– Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu mulai mencari solusi untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah dengan membidik optimalisasi sektor minyak dan gas. Salah satu potensi yang disasar adalah pengelolaan sumur-sumur idle yang selama ini tidak beroperasi. Selasa 28 April 2026.
Langkah ini sekaligus menjadi implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Inhu Ade Agus Hartanto dengan Kepala SKK Migas Sumbagut Wicaksono di Rengat, belum lama ini. Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran SKK Migas dan Manager PT Pertamina EP Lirik Lukman Arif.
Dari Pemkab Inhu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Zulfahmi Adrian, para Asisten, sejumlah Kepala OPD, serta Camat Lirik.
Bupati Ade menegaskan, optimalisasi sumur idle diharapkan menjadi titik awal memperkuat ketahanan fiskal daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia ingin kerja sama di sektor migas dapat melibatkan desa, seperti halnya di sektor perkebunan.
“Kalau di perkebunan desa bisa terlibat, kita harap di migas juga sama. Ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Ade.
Menindaklanjuti pertemuan, Sekda Zulfahmi Adrian mengatakan Pemkab akan membentuk tim khusus untuk menginventarisasi potensi sumur idle di wilayah Inhu.
“Setelah sumur-sumur itu terdata, akan kita daftarkan ke Kementerian ESDM. Selanjutnya ditunjuk pengelola, baik dari BUMD maupun KUD,” jelas Zulfahmi.
Di wilayah Inhu, potensi sumur idle terpetakan dalam wilayah operasi Pertamina EP Lirik selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama.
Sementara itu, Kepala SKK Migas Sumbagut Wicaksono menyebut Provinsi Riau menyumbang sekitar 30 persen produksi minyak nasional. Khusus Inhu, terdapat ratusan sumur migas yang berpotensi dikembangkan kembali.
“Kami terbuka untuk berbagi informasi dengan daerah, termasuk pemanfaatan sumur idle. Ini peluang besar untuk menambah lifting nasional sekaligus PAD daerah,” tegas Wicaksono.
Dengan regulasi baru dan dukungan SKK Migas, Pemkab Inhu optimistis sektor migas dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah ke depan.












