Example floating
Example floating
Banner Infozone
POLRI

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Sambangi Kuala Selat, Tanam Mangrove 500 Hektare

12
×

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Sambangi Kuala Selat, Tanam Mangrove 500 Hektare

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INDRAGIRI HILIR, Kompas 1 net — Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau kembali menjangkau wilayah pesisir. Kali ini, ekspedisi menyambangi Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (15/8/2026), dengan membawa misi kemanusiaan sekaligus pemulihan lingkungan di kawasan terdampak abrasi.

Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat penting nasional dan daerah, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wamen PPA/TPPO Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Bupati Indragiri Hilir Herman, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, Sosiolog Robertus Robet, serta Forkopimda dan tokoh masyarakat. Rombongan disambut antusias masyarakat dan anak-anak sekolah.

1.700 Hektare Kebun Terdampak Abrasi
Kuala Selat menjadi salah satu titik penting Ekspedisi Merah Putih Presisi. Sekitar 1.700 hektare kebun masyarakat di wilayah tersebut tercatat terdampak abrasi pada 2021.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sembako Ekspedisi Merah Putih Presisi, bantuan ketinting serta matching grants kepada 13 kelompok masyarakat dampingan PPIU M4CR Riau.

Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen menjaga pesisir Riau dan penanaman mangrove.

Hadirkan Negara Hingga ke Pesisir
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, Ekspedisi Merah Putih Presisi menjadi ikhtiar menghadirkan negara hingga ke wilayah pesisir sekaligus menjawab persoalan nyata masyarakat.

“Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi,” kata Herry.

Menurut Kapolda, abrasi bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut ruang hidup dan sumber penghidupan.

“Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya,” ujarnya.

Komitmen Tanam 500 – 1.000 Hektare Mangrove
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut pemulihan lingkungan di Kuala Selat sejalan dengan semangat Ekspedisi Merah Putih Presisi yang didorong Kapolri.

Ia berkomitmen mendorong penanaman mangrove seluas 500 hektare di kawasan terdampak abrasi, dengan harapan dapat diperluas hingga 1.000 hektare.

“Saya berkomitmen untuk ikut memastikan penanaman mangrove 500 hektare di tempat yang terabrasi. Mudah-mudahan bisa terpenuhi 1.000 hektare untuk ditanam di wilayah ini sebagai bagian dari pemulihan lingkungan sekaligus pemulihan sosial ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut juga akan menciptakan green jobs bagi masyarakat. Pemulihan mencakup pembibitan hingga pemeliharaan mangrove selama 3 tahun dengan anggaran honor bagi masyarakat.

“Jadi bukan sekadar menanam lalu ditinggalkan. Mulai dari pembibitan, penanaman sampai pemeliharaan itu teranggarkan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan honor untuk pemeliharaan selama tiga tahun,” katanya.

Tantangan Geografis
Kondisi geografis Kuala Selat menjadi tantangan. Dari Mako Polsek Kateman menuju kawasan terdampak abrasi dibutuhkan perjalanan sekitar 25 kilometer atau 45-60 menit menggunakan speedboat. Jalur perairan sangat dipengaruhi pasang-surut, dan lumpur pantai bisa mencapai lutut hingga paha.

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan menyasar wilayah pesisir, terluar dan kawasan terbatas akses.

Di Kuala Selat, semangat tersebut diwujudkan melalui bantuan masyarakat dan komitmen pemulihan kawasan pesisir dalam skala besar. Penanaman mangrove diharapkan menjadi benteng alami menghadapi abrasi sekaligus menghadirkan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Sumber : Humas Polres Rohil

Example 120x600