Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Dukung Program Asta Cita 100 Hari Presiden, Disperindag dan Upika Kerumutan Launching Program Ketahanan Pangan

77
×

Dukung Program Asta Cita 100 Hari Presiden, Disperindag dan Upika Kerumutan Launching Program Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan, Kompas 1 net – Dalam rangka mensukseskan program Asta Cita 100 hari Presiden Republik Indonesia Camat, Kadis Disperindag, Kapolsek, Danramil, Lurah, Kepala Desa dan pihak Perusahaan berkomitmen untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya terkait program ketahanan pangan nasional.

Hal itu diwujudkan dalam peluncuran program ketahanan pangan berupa penanaman bibit jagung di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan Senin (18/11/2024)

Di sampaikan Camat Kerumutan Rusdyanto S, Kep ini merupakan program ketahanan pangan Kecamatan Kerumutan dalam mensukseskan program Asta Cita presiden Republik Indonesia apa yang kita tanam hari ini nanti akan kita pantau sampai panen,kita berharap desa desa lain mengikuti, perusahaan juga harus ikut berkontribusibusi terhadap program ini sehingga bisa sukses,program ini menyeluruh se Indonesia,satu desa satu hektar minimal,kita harus mengejar hasil yang maksimal

Hal yang sama juga di katakan Kepala Dinas Disperindag Hanafie S,sos program Asta cita ini bersama Indonesia maju menuju Indonesia emas,saya atas nama pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan ini,ketahanan pangan ini kita hidupkan lagi,memanfaatkan pekarangan rumah,mohon dukungan juga dari pihak perusahaan dalam mensukseskan program bapak Presiden Di Kerumutan ada PT Sari Lembah Subur,PT Karya Panen Terus,PT Ganda Hera Hendana dan PT EMP

Di tempat terpisah juga di katakan Kapolsek Kerumutan IPDA Jeryy P Sinaga ini program presiden harapan kita kedepan kegiatan kegiatan seperti ini bukan cuma di kelurahan saja kita berharap desa lain bisa mempunyai kegiatan launching seperti ini program 100 hari bapak presiden Prabowo Subianto dan supaya program pemerintah ini berjalan sukses sehingga bisa membantu ketahanan pangan Kecamatan Kerumutan imbuh nya.

Penulis : Asnawir


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.