Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

DLH Rohil Bekerjasama dengan P3ES KLHK Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Perkotaan

36
×

DLH Rohil Bekerjasama dengan P3ES KLHK Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah Perkotaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net– Dinas lingkungan hidup Kabupaten Rokan Hilir bekerjasama dengan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera ( P3ES) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menggelar Sosialisasi pengelolaan sampah perkotaan Kabupaten Rokan Hilir tahun 2023, Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Lingkungan Hidup Rohil, Jalan Lintas perkantoran Batu Enam, Selasa(17/10/2023).

Sosialisasi tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas lingkungan hidup Rohil Suwandi S. Sos mewakili Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP MSi, dan turut dihadiri oleh Kepala PJE Sumatera yang diwakili oleh Kabid fasilitas pengendalian pembangunan ekoregion sumatra Alfi Fahmi S.Pi. MSi, P3ES  Adipura Rosita, Sekretaris Dinas lingkungan hidup Rohil Nauli Fitriyani, Kabid Penataan lingkungan, Kabid Pengelolaan sampah, Bidang penyuluh lingkungan, ASN, PTT, perwakilan Camat Bangko, Lurah Bagan Barat Rina S.Pd, Datuk Penghulu se-kecamatan Bangko, dan Sekolah Adiwiyata.

Kepala dinas lingkungan hidup Rohil Suwandi S. Sos menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah perkotaan tersebut dilaksanakan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera yang bekerjasama dengan Dinas lingkungan hidup Kabupaten Rokan Hilir yang dilaksanakan selama 5 hari.

” Kami dari Dinas Lingkungan Hidup Rohil bekerjasama dengan Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera (P3ES) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengadakan sosialisasi pengelolaan sampah perkotaan, dan juga bimbingan teknis untuk daur ulang sampah organik dan norganik selama 5 hari di Bagansiapiapi,”Kata Suwandi.

Lanjut Suwandi, Jadi pada prinsipnya kami menyambut baik kegiatan ini, karena ini sangat bermanfaat bagi kita semua, Masyarakat, pemerintah daerah, termasuk stakeholder yang lainnya, bagaimana kita dapat membuang sampah dengan baik sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

” Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam hal pengelolaan sampah, itukan kita menitik beratkan kepada 3R (Reduce,Reuse dan Recycle), karena tidak semua sampah yang dihasilkan itu dibawa ke TPA, tentu ada proses pemilahan, Pengurangan dari sumber sampah yaitu, dari rumah tangga maupun yang lainnya. Jadi dengan adanya sosialisasi ini tentunya di harapkan pemerintah daerah melalui semua yang ikut kegiatan sosialisasi ini bisa menyampaikan kepada masyarakat, minimal mereka sudah ada pengurangan sampah sejak dari hulunya ataupun dari sumbernya,” Jelas Suwandi.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas lingkungan hidup Rohil Suwandi SSos menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kabid fasilitas pengendalian pembangunan ekoregion sumatra Alfi Fahmi S,Pi, MSi beserta rombongan yang telah menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah perkotaan di Bagansiapiapi.

” Kami mewakili pemerintah daerah mengucapkan terimakasih kepada pak Alfi beserta rombongan yang telah mempercayakan kabupaten Rokan Hilir khususnya di Bagansiapiapi mengadakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah perkotaan di kota Bagansiapiapi ini,” Ujarnya ,()


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.