Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Disambut Perkolong – Kolong, Bupati Rohil Hadiri Pesta Budaya Karo Marga Silima Tanah Putih

56
×

Disambut Perkolong – Kolong, Bupati Rohil Hadiri Pesta Budaya Karo Marga Silima Tanah Putih

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net- Disambut dengan tarian tradisional Perkolong – kolong, Bupati Rokan Hilir ( Rohil ) Afrizal Sintong,SIP didampingi Ketua TP PKK kabupaten Rokan Hilir Ny Sanimar SPd, Asisten III dan Sejumlah OPD, hadir di Acara Pesta Budaya Masyarakat Karo Marga Silima Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil.Sabtu 22 Juli 2023.

Kehadiran Bupati di Acara bertempat di Aula Dragon Doorsmeer Kelurahan Cempedak Rahuk ini disambut oleh Pengurus Marga Silima Arih Ersada Kecamatan Tanah Putih, Ketua Dikki Surbakti, Bendahara Sumarni Br Ginting dan Sekretaris Suria Munthe. Beserta Suku Karo terdiri dari 5 (lima) Marga yang disebut Marga Silima, yakni: Karo-karo, Ginting, Sembiring, Tarigan, Perangin-angin.

Saat dipersilahkan oleh Pembawa acara Salman Barus, Bupati Afrizal Sintong dalam sambutannya mengaku sangat senang karena diundang di acara tersebut, dan Ianya berharap agar suku Karo semakin kompak dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Saya sangat senang diundang dalam acara ini dan harapan kami semoga persatuan adat Karo ini Marga Silima kedepannya selalu kompak dan jaga persatuan dan kesatuan,” Ucap Bupati.

Menanggapi itu, Ketua Panitia acara Pesta Budaya Karo Marga Silima Antonius Sembiring, menyampaikan rasa senang nya atas kehadiran Bupati Rohil beserta rombongan yang ikut mengunjungi acara tersebut.

“Kami sangat senang sekali atas kehadiran bapak bupati rokan hilir bapak Afrizal Sintong, SIP bersama isteri ibu Sanimar, S.Pd , Asisten III dan para kepala OPD Pemkab Rohil, kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada bapak bupati Afrizal Sintong yang sudah bersedia menyempatkan waktu berkunjung diacara pesta budaya karo Marga Silima Kecamatan Tanah Putih sekitarnya,” kata Antonius Sembiring.

Diujung acara pesta budaya karo/Guro guro Aron Marga Silima ditutup dengan menari tarian khas Karo perkolong kolong dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh tokoh agama atau adat suku Karo Kabupaten Rokan Hilir.

Tambahan, Hadir lainnya, Kapolres Rohil Andrian Pramudianto SH SIK Msi, Camat Tanah Putih Emelda SPd, Lurah Cempedak Rahuk Alexander SIP. dan Artis Karo sebagai bintang tamu seperti Narta Siregar, Iche ginting,Intan Tarigan dan Bejeng Ginting.

 

Sumber: rakyat 45.com.

 


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.