Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati Rohil Hadiri Syukuran Dirgahayu Korem 031 Wirabima yang ke – 63

25
×

Bupati Rohil Hadiri Syukuran Dirgahayu Korem 031 Wirabima yang ke – 63

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil- | Kompas 1 Net -Bupati Afrizal Sintong SiP dan Wabup H Sulaiman SS MH Menghadiri acara syukuran dalam rangka Dirgahayu Korem 031 Wirabima yang ke 63.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan tema “Meningkatkan Bhakti Untuk Negeri” berlangsung di Balai Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau kota Pekanbaru. Minggu 17 April 2022,

Dalam sambutan nya Danrem 031 Wirabima Brigjend TNI Parlindungan Hutagalung menyampaikan bahwa momen Hari Ulang Tahun Korem 031 Wira Bima juga melakukan kegiatan vaksinasi massal dan donor darah untuk masyarakat Riau.

Kegiatan ini juga bekerjasama dengan relawan COVID-19 Provinsi Riau, Polda Riau, BIN Riau, Danlanud dan serta stakeholder terkait. “Mudahan apa yang dilakukan bisa membantu meringankan serta memulihkan kondisi umum di masyarakat di masa pendemi ini” .

Disela kegiatan ini Bupati Afrizal Sintong SiP yang didampingi Kabid IKP Diskominfotiks Hasnul Yamin menyampaikan, “Semoga Korem 031 Wirabima beserta jajaran nya semakin jaya, tangguh, adaptif, responsif dan makin di cintai rakyat” Tukasnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, Ketua DPRD Rokan Hilir Maston, Dandim 0321 Letkol Inf M Irfani SH M.Tr (Han), Kapolres Rokan Hilir Akbp Nurhadi Ismanto SH.

Sumber : Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi,Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Rokan Hilir.

 

Editor: Kompas 1 Net


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.