Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi, Hadiri Kegiatan Khitanan Massal di Rengat

62
×

Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi, Hadiri Kegiatan Khitanan Massal di Rengat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Inhu, Kompas 1 net- Bupati Indragiri hulu Rezita Meylani Yopi, SE menghadiri kegiatan khitanan massal di Kecamatan Rengat yang dipusatkan di Kantor Camat Rengat, Kamis (18/07/2024).

Khitanan atau Sunat massal merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 dan pada tahun 2024 ini sudah memasuki tahun ke 14.

Pada kegiatan siang ini, Camat Rengat Poppy Bainurita, SE menyampaikan sunat massal yang dilaksanakan tersebut selain agenda tahunan juga menjadi bentuk pemerataan kesehatan bagi Masyarakat kurang mampu khususnya dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Camat Rengat kepada Pemerintah Daerah Kab. Inhu dibawah Kepemimpinan Bupati Rezita atas implementasi mewujudkan visi misi merajut Indragiri Hulu cemerlang.

Terakhir, Camat Rengat berharap kepada Anak-anak yang telah disunat diberikan kesembuhan serta tumbuh menjadi anak-anak sehat.

Sementara itu, Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi, SE dalam sambutannya menyampaikan sunat massal gratis ini kegiatannya secara bersamaan dengan agenda program Irama Desa. Dimana sebuah program yang telah dicanangkan sebagai ikhtiar untuk melihat lebih dekat, memastikan apakah pelayanan publik terlaksana dengan baik.

“Selama 14 tahun ini, sudah ada sekitar 14.060 anak yang mengikuti sunat massal gratis semoga apa yang menjadi ikhtiar kami dapat memberi manfaat bagi masyarakat serta komitmen kami akan terus kami laksanakan” ungkap Rezita.

Usai menghadiri sunat massal, Bupati Inhu juga mengunjungi beberapa tempat di Kecamatan Rengat yang merupakan rangkaian kegiatan Irama Desa.

Adapun tempat-tempat yang dikunjungi Bupati Inhu dimulai sejak pagi hari mengunjungi Desa Sungai Beringin, Desa Pulau Gajah, Desa Batu Gajah, Kelurahan Kambesko dan terakhir peninjauan pelayanan masyarakat yang dipusatkan di Desa Kampung Pulau.

Jaya, Kompas 1 melaporkan.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.