Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati Afrizal Sintong Jumpai dan Beri Bantuan Kepada 33 Korban Kebakaran Rumah di Pujud

62
×

Bupati Afrizal Sintong Jumpai dan Beri Bantuan Kepada 33 Korban Kebakaran Rumah di Pujud

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pujud, Kompas 1 Net–  Afrizal Sintong SIP didampingi Ketua PKK Kabupaten Rohil Sanimar Afrizal SPd dan Forkopimda Rohil, pada Sabtu (22/7/2023) kemarin turun langsung menjumpai 33 korban kebakaran rumah di Jalan Pasar Getah, Kelurahan Pujud Selatan, Kecamatan Pujud, yang terjadi pada Jumat (21/7/2023) sekira pukul 11.30 Wib kemarin.

Kedatangan orang nomor satu dijajaran pemerintah Kabupaten Rohil ini, selain disambut haru oleh korban kebakaran rumah, juga disambut hangat oleh lapisan masyarakat setempat.

“Kedatangan kami kemarin disana, selain mengantar bantuan paket sembako, tapi juga menyampaikan prihatin dan turut bersedih atas musibah yang terjadi,” kata Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP, saat dikonfirmasi wartawan Ahad (23/7/2023) melalui WA pribadinya.

Bupati berharap kepada korban untuk tabah menghadapi cobaan atau ujian diberikan Allah SWT. “Semoga saja dengan ketabahan kita, ada jalan keluar untuk korban, sehingga nanti dapat rumah baru dan layak huni,” harap Afrizal Sintong.

Bupati juga berharap Sembako disalurkan bisa sedikit membantu kesulitan korban kebakaran rumah. “Bantuan itu tidak seberapa dengan kerugian dialami korban, tapi setidaknya bisalah sedikit mengurangi beban para korban, dan kedepan akan kita sepakati bersama DPRD Rohil untuk menyediakan Damkar disetiap kecamatan. Sehingga, apabila adalagi terjadi seperti ini bisa cepat di padamkan,” ungkapnya.

Pada berita sebelumnya, sebanyak 33 rumah semi permanen di Jalan Pasar Getah, Kelurahan Pujud Selatan, Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ) ludes terbakar, Jumat (21/7/2023) sekira pukul 11.00 Wib.

Diduga, api sulit dipadamkan karena tidak adanya Mobil Damkar juga dikarenakan tiupan angin cukup kencang, sehingga api cepat membesar. Namun api berhasil dipadamkan sekira pukul 13.30 WIB.

Kapolsek Pujud AKP Edward Pardosi yang dikonfirmasi wartawan melalui Kanit Reskrim IPTU YU Sormin, usai kejadian itu.

Dijelaskannya, peristiwa itu bermula sekira pukul 11.00 Wib, warga melihat adanya kepulan asap yang berasal dari dalam rumah Karim Nasution, diduga di rumah itu sedang memasak.

Mengetahui itu, Karim Nasution meminta pertolongan untuk memadamkan api secara manual kepada tetangganya.

“Karena angin cukup kencang dan bangunan rumah sekitar terbuat dari papan ditambah cuaca terik, sehingga api cepat membesar dan menghanguskan 30 rumah semi permanen tersebut,” terang Sormin.

Lalu sekira pukul 11.30 Wib, personil Kepolisian dari Polsek Pujud, pihak kecamatan dan masyarakat menggunakan 5 unit mesin pompa Karhutla melakukan pemadaman api di lokasi dan sekitar. Hingga akhirnya sekira pukul 13.30 Wib, api berhasil dipadamkan.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta keterangan dari beberapa saksi yang dilakukan oleh pihak Polsek Pujud, diduga musibah kebakaran yang menghanguskan sekitar 33 unit rumah semi permanen di jalan Pasar Getah Kelurahan Pujud Selatan Kecamatan Pujud diduga akibat arus pendek.

Demikian ditegaskan oleh Kapolsek Pujud, AKP Edward Pardosi SH kepada awak media melalui pesan Whatsapp pada Jumat (21/7/2023) sore.

” Untuk korban jiwa nihil, dan untuk sementara dari hasil olah TKP serta keterangan sejumlah saksi-saksi diduga kebakaran tersebut disebabkan arus pendek dari salah satu rumah warga,” tutup AKP Edwar Pardosi. ( Rilis ).


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.