Example floating
Example floating
Pendidikan

Ayah Wajib Hadir: Pesan Kemendukbangga untuk Seluruh Ayah di Indonesia 

12
×

Ayah Wajib Hadir: Pesan Kemendukbangga untuk Seluruh Ayah di Indonesia 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Father less Bukan Cuma Gak Ada Ayah Fisik, Tapi Juga Gak Ada Secara Emosional

Jakarta, Kompas 1 net – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN menggaungkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dengan tema “Ayah Wajib Hadir”. Pesannya tegas: kehadiran ayah bukan cuma soal di rumah, tapi hadir secara utuh untuk anak.

Seruan itu disampaikan Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, di Jakarta, Senin (22/6/2026).

“Gak Ada Aplikasi Absennya, Tapi Paling Menentukan”

Budi mengingatkan, ayah sering disiplin soal absen kerja. Tapi lupa ada 1 absensi paling penting.

“Tidak ada aplikasi absennya, tidak ada sidik jarinya, tetapi kehadiran seorang ayah di tengah keluarga tidak bisa digantikan oleh apa pun,” ujar Budi.

Ia menilai banyak ayah sigap balas chat kerja sampai malam, tapi abai saat anak mau cerita atau nunjukin gambar lukisan. Padahal momen itu adalah `nota dinas` terpenting untuk membangun ikatan emosional.

Budi menegaskan, fatherless tidak selalu berarti ayah tidak ada secara fisik. Banyak ayah di rumah, tapi tidak hadir secara emosional.

Kondisi itu disebut melemahkan benteng remaja. Anak yang kehilangan figur pendamping cenderung mencari pengakuan di luar rumah, hingga terjerumus kenakalan atau pergaulan berisiko.

GATI mencontohkan Mugiono, penarik becak dari Kendal, Jateng. Dengan penghasilan terbatas, ia rela pakai uang pesangon untuk beli laptop putrinya, Raeni, saat kuliah.

Ia juga mengantar Raeni wisuda pakai becaknya. Hasilnya? Raeni S2 dan S3 di Birmingham University, Inggris, dan kini jadi dosen.

“Pak Mugiono bukan orang berada, tetapi memiliki peran ayah yang luar biasa. Keberhasilan ayah bukan diukur dari jabatan, melainkan sikap mental jadi sosok yang diandalkan anak,” tegas Budi.

Budi menutup dengan pesan keras: jabatan di kantor akan habis, tapi jabatan sebagai ayah melekat seumur hidup.

“Yang paling diingat anak kelak bukanlah tanda tangan di dokumen kerja, melainkan jejak kehadiran kita di setiap fase tumbuh mereka,” pungkasnya.

 

Penulis: Juliah | Redaktur: Kristantyo Wisnubroto

Sumber: Kemendukbangga/BKKBN – http://Indonesia.go.id

 

Example 120x600