Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Ajak Warga Pasang Bendera dan Bersihkan Lingkungan, Camat Tabir Samsul Zaini : Wujud Nyata Kepedulian Kita

131
×

Ajak Warga Pasang Bendera dan Bersihkan Lingkungan, Camat Tabir Samsul Zaini : Wujud Nyata Kepedulian Kita

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MERANGIN, Kompas 1 net – Dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 dengan tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”,

Camat Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin Samsul Zaini S.Pdi. S.IP, dan juga sebagai Plt Camat Kecamatan Tabir ilir, Kabupaten Merangin propinsi Jambi, mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi di wilayah Kecamatan Tabir dan Tabir ilir untuk turut memeriahkan peringatan 17 Agustus dengan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Ia juga menginstruksikan ke warga untuk membersihkan lingkungan, seperti rumah, kantor, sekolah dan tempat-tempat umum lainya di wilayah masing-masing demi terwujudnya lingkungan yang bersih indah dan asri.

“untuk menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari pekarangan rumah, kantor, instansi, sekolah, dan tempat-tempat umum di wilayah masing-masing, sebagai wujud nyata kepedulian kita terhadap lingkungan yang bersih, indah, dan asri,” ucap Camat, pada Jumat 01 Agustus 2025.

Samsul Zaini (Camat) meminta kepada warga untuk memasang Bendera Merah Putih serta umbul-umbul di setiap rumah, terutama yang berada di pinggir jalan poros, jalan lingkungan, dan lorong, serta menambahkan perhiasan lain, guna memeriahkan suasana peringatan HUT ke-80 RI mulai dari tanggal 01 sampai 31 Agustus 2025.

“Saya meminta kepada warga untuk bisa memasang Bendera Merah Putih dan umbul-umbul, terutama warga yang rumahnya di pinggir jalan, baik itu jalan poros maupun jalan lingkungan mulai dari tanggal 1 sampai 31 Agustus,”tambahnya.

Lebih lanjut. Dalam memperingati Hari yang bersejarah ini, pemerintah Kecamatan Tabir juga mengadakan kegiatan positif lainnya seperti, gotong royong bersama, lomba, pentas seni budaya, dan bakti sosial untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan yang berdaulat sesuai dengan tema peringatan.

Ia juga berharap pada peringatan HUT RI ke-80 ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa persatuan, dan kesatuan, kedaulatan, serta kesejahteraan rakyat menuju Indonesia maju, dan mewujudkan kecamatan yang bersih dan hidup rukun.

“Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, mari kita bersama-sama wujudkan Kecamatan Tabir yang bersih, rukun, dan penuh kebanggaan dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,”tutupnya.

Ade Irawan (tores)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.