Example floating
Example floating
Ekonomi

Peringati HORI ke-80, Menkeu Suahasil Nazara: Indonesia Berdaulat, APBN Kuat

19
×

Peringati HORI ke-80, Menkeu Suahasil Nazara: Indonesia Berdaulat, APBN Kuat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Kompas1.Net — Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-80 jadi momentum jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk kenang perjuangan para pendahulu sekaligus perkuat komitmen jaga kedaulatan ekonomi dan keuangan negara. Hal tersebut jadi pesan utama yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara dalam Upacara Peringatan Hari Oeang ke-80 dan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Hari Oeang yang diperingati setiap 30 Oktober bertujuan untuk kenang pemberlakuan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946 sebagai alat pembayaran yang sah. Pada masa awal kemerdekaan, penerbitan ORI bukan sekadar langkah bangun sistem keuangan nasional, melainkan juga simbol kedaulatan dan perjuangan bangsa dalam pertahankan kemerdekaan.

Delapan dekade berselang, Menkeu katakan semangat tersebut tetap relevan meski tantangan yang dihadapi telah berubah. Kedaulatan ekonomi tidak hanya diwujudkan melalui kepemilikan mata uang dan lembaga keuangan sendiri, tetapi juga melalui kemampuan negara kelola seluruh instrumen fiskal untuk wujudkan masyarakat maju, adil, dan sejahtera.

Jaga Keuangan Negara Kredibel

“Bagi kita di Kementerian Keuangan, semangat perjuangan tersebut harus terus kita lanjutkan. Tanggung jawab kita adalah menjaga dan mengelola keuangan negara secara kredibel, profesional, dan berintegritas,” ungkap Menkeu.

Melalui tema “Indonesia Berdaulat, APBN Kuat”, Menkeu tegaskan kedaulatan bangsa harus ditopang APBN yang kuat dan kredibel. APBN miliki peran strategis dalam biayai pembangunan, jaga keberlangsungan pelayanan publik, serta lindungi masyarakat dari berbagai tantangan ekonomi.

Tiga Fungsi Utama APBN

Menkeu paparkan tiga hal utama yang perlu dipastikan dalam pelaksanaan APBN. Pertama, APBN harus mampu tumbuhkan ekonomi melalui dukungan terhadap pendidikan, kesehatan, infrastruktur, investasi, produksi, dan ekspor. Kedua, APBN harus hadir lindungi masyarakat melalui perlindungan sosial, subsidi, dan pelayanan dasar yang tepat sasaran. Ketiga, APBN harus tetap kredibel melalui penguatan penerimaan negara, pelaksanaan belanja yang bertanggung jawab, serta pengelolaan pembiayaan secara hati-hati.

Untuk wujudkan hal tersebut, Menkeu minta seluruh jajaran Kemenkeu untuk tingkatkan kinerja, perkuat kolaborasi sebagai Kemenkeu Satu, jaga integritas, serta tingkatkan kapasitas institusi dan kompetensi pegawai. Setiap kebijakan dan keputusan fiskal harus berikan dampak nyata bagi masyarakat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pekerjaan kita memiliki arti yang jauh melampaui meja kerja dan kantor kita sendiri. Keputusan yang kita ambil pada hari ini mempengaruhi pelayanan publik, mempengaruhi kegiatan usaha, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tandas Menkeu.

Apresiasi Pegawai Daerah

Menutup amanatnya, Menteri Keuangan sampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kementerian Keuangan di berbagai wilayah penugasan atas dedikasi dan pengabdian dalam jalankan tugas negara. Dukungan keluarga juga jadi bagian penting dalam jaga semangat pengabdian tersebut.

“Kepada Anda semua yang melayani di kantor-kantor daerah, yang menjaga perbatasan, yang bertugas jauh dari keluarga, serta mendukung pekerjaan institusi setiap hari, saya menyampaikan terima kasih. Tidak semua pengabdian saudara terlihat oleh publik, tetapi setiap pekerjaan yang saudara lakukan memiliki arti penting bagi negara, bagi masyarakat yang kita layani,” pungkas Menkeu.

Sumber: Kemenkeu RI, 30/10/2026
Penulis: ZURFAMI

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`