Example floating
Example floating
Banner Infozone
Berita

Belajar Marketing Bukan Sekadar Menjual: Pentingnya Komunikasi dalam Membangun Kepercayaan Nasabah

12
×

Belajar Marketing Bukan Sekadar Menjual: Pentingnya Komunikasi dalam Membangun Kepercayaan Nasabah

Sebarkan artikel ini
Belajar Marketing Bukan Sekadar Menjual: Pentingnya Komunikasi dalam Membangun Kepercayaan Nasabah
Belajar Marketing Bukan Sekadar Menjual: Pentingnya Komunikasi dalam Membangun Kepercayaan Nasabah
Example 468x60

Oleh: Alda Nadia Apendi

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Djuanda

KOMPAS 1.NET – Di tengah perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif, aktivitas marketing sering kali dipandang hanya sebagai kegiatan untuk menawarkan produk dan mendapatkan konsumen. Padahal, menurut saya, marketing bukan sekadar tentang bagaimana seseorang mampu menjual sebuah produk, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi dan kepercayaan dengan calon konsumen.

Pandangan tersebut semakin saya pahami ketika menjalani kegiatan magang di PT Dupoin Indonesia, Centennial Tower, Jakarta, pada 20 Juli hingga 31 Agustus 2026. Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi yang ditempatkan pada bagian Marketing, saya mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana komunikasi menjadi bagian penting dalam aktivitas pemasaran.

Dalam praktiknya, seorang marketing tidak cukup hanya memahami produk yang ditawarkan. Kemampuan berkomunikasi juga sangat menentukan bagaimana informasi tersebut dapat diterima oleh calon nasabah. Setiap calon nasabah memiliki karakter, kebutuhan, tingkat pemahaman, dan pertimbangan yang berbeda. Karena itu, cara menyampaikan informasi tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama kepada semua orang.

Menurut saya, komunikasi yang baik dalam marketing adalah komunikasi yang mampu memberikan pemahaman, bukan sekadar memberikan penawaran. Ketika calon nasabah mendapatkan informasi yang jelas dan mudah dipahami, mereka akan lebih mudah menentukan keputusan berdasarkan pemahaman mereka sendiri.

Hal lain yang saya pelajari adalah pentingnya follow-up. Dalam aktivitas marketing, follow-up bukan berarti terus-menerus mengejar calon nasabah agar segera mengambil keputusan. Follow-up yang dilakukan dengan komunikasi yang tepat justru dapat menjadi bentuk perhatian dan pelayanan. Marketing perlu mengetahui kapan harus memberikan informasi, kapan harus mendengarkan, dan kapan memberikan ruang kepada calon nasabah untuk mempertimbangkan keputusan.

Di sinilah kemampuan komunikasi interpersonal menjadi sangat penting. Seorang marketing harus mampu membangun hubungan yang baik tanpa membuat calon nasabah merasa tertekan. Menurut saya, hubungan yang dibangun melalui komunikasi yang baik dapat memberikan nilai lebih dibandingkan sekadar melakukan promosi secara terus-menerus.

Pengalaman magang juga membuat saya menyadari bahwa dunia kerja memiliki tantangan yang berbeda dengan pembelajaran di ruang kelas. Teori komunikasi yang dipelajari di bangku perkuliahan menjadi lebih bermakna ketika diterapkan dalam situasi nyata. Saya belajar bahwa komunikasi bukan hanya mengenai bagaimana berbicara, tetapi juga bagaimana mendengarkan, memahami karakter orang lain, memilih kata yang tepat, dan membangun kepercayaan.

Dalam konteks marketing, kepercayaan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Terlebih ketika komunikasi dilakukan dengan calon nasabah yang membutuhkan informasi sebelum menentukan keputusan. Marketing memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara jelas dan profesional sehingga komunikasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian target, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan pemahaman calon nasabah.

Menurut saya, perkembangan teknologi dan media digital juga tidak membuat kemampuan komunikasi manusia menjadi kurang penting. Justru sebaliknya, semakin banyak saluran komunikasi yang tersedia, semakin besar pula kebutuhan terhadap komunikasi yang berkualitas. Pesan dapat disampaikan melalui WhatsApp, media sosial, telepon, maupun berbagai platform digital lainnya, tetapi tetap diperlukan kemampuan untuk memahami siapa penerima pesan dan bagaimana cara berkomunikasi yang sesuai.

Pengalaman selama magang di PT Dupoin Indonesia akhirnya memberikan saya pandangan bahwa marketing dan komunikasi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kemampuan menjual memang penting, tetapi kemampuan membangun komunikasi dan kepercayaan merupakan bagian yang tidak kalah penting.

Bagi saya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa teori yang diperoleh di kampus tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik. Teori tersebut dapat menjadi dasar untuk memahami berbagai situasi nyata di dunia kerja.

Pada akhirnya, marketing yang baik bukan hanya tentang bagaimana membuat seseorang tertarik, tetapi bagaimana membuat seseorang memahami informasi, merasa dihargai, dan mendapatkan pengalaman komunikasi yang baik. Karena itu, kemampuan berkomunikasi seharusnya menjadi salah satu kompetensi utama yang terus dikembangkan oleh siapa pun yang ingin berkarier di bidang marketing.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600