FLORES, Kompas 1 net – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang lepas pantai Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu dini hari 15/8/2026 pukul 04.58 WITA, menewaskan sedikitnya 38 orang dan menyebabkan kerusakan meluas.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat USGS mencatat pusat gempa berada 68 km arah utara-barat laut Kota Ende, Provinsi NTT, dengan kedalaman 10 km.
Sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kepala BNPB Suharyanto mengkonfirmasi 38 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban berasal dari 3 kabupaten terdampak parah: Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Sementara petugas rescue Fathur Rahman menyebut jumlah korban tewas mencapai 40 orang dengan 50 orang luka-luka.
Sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo, wilayah terdekat dengan pusat gempa, mengungsi ke tempat penampungan sementara.
“Kejutannya sangat kuat, kami sedang istirahat di rumah bersama keluarga,” kata Nona, 51 tahun, warga Talibura, NTT kepada Reuters. “Ada 13 orang di dalam rumah dan kami semua lari menyelamatkan diri.”
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, mengatakan bencana menyebabkan kerusakan parah dan bangunan runtuh.
USGS memperkirakan lebih dari 500 ribu orang di Pulau Flores merasakan guncangan sangat kuat. Jutaan lainnya di wilayah sekitar juga merasakan guncangan sedang hingga kuat.
Tim gabungan kesulitan menjangkau Kabupaten Nagekeo karena longsor menutup akses jalan dan sinyal komunikasi terputus. Satu tim saat ini berupaya mencapai lokasi menggunakan kapal feri.
BNPB telah mengerahkan 3 helikopter dan 1 kapal rescue untuk membantu logistik dan operasi darurat.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk pesisir terdampak dan meminta warga menjauhi pantai serta pindah ke tempat lebih tinggi. Peringatan tersebut telah dicabut.
Sepanjang hari terjadi puluhan gempa susulan, terkuat M 6,1. BMKG menyebut gempa susulan berpotensi berlangsung selama beberapa hari ke depan.
Warga di wilayah utara Pulau Flores diperintahkan evakuasi. Pihak berwenang masih memantau situasi dan menilai risiko gempa lanjutan.
Sabtu sore, gempa M 6,9 juga mengguncang Pulau Sumatra bagian barat. Belum ada laporan kerusakan atau korban dari gempa tersebut.
Indonesia yang terletak di “Cincin Api Pasifik” merupakan salah satu negara paling aktif secara seismik di dunia.
Wilayah pantai yang sama pernah diguncang gempa kuat pada Desember 1992. Saat itu gempa dan tsunami menewaskan lebih dari 2.500 orang di Flores.
Sumber: Al Jazeera, AFP, AP, Reuters | 15 Agustus 2026














