Example floating
Example floating
Banner Infozone
Hukrim

Keluarga dr. Alex Tolak Kesimpulan Bunuh Diri Polres Siak, Minta Kasus Jangan Ditutup

27
×

Keluarga dr. Alex Tolak Kesimpulan Bunuh Diri Polres Siak, Minta Kasus Jangan Ditutup

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEKANBARU, Kompas 1 net — Kesimpulan Polres Siak yang menyatakan dr. Alex Cristo Loris meninggal akibat bunuh diri mendapat penolakan dari keluarga korban dan tim kuasa hukum.

Keluarga menilai kesimpulan tersebut terlalu dini karena masih ada sejumlah kejanggalan yang belum dijelaskan secara komprehensif dan transparan.

Penolakan itu disampaikan saat keluarga bersama kuasa hukum menanggapi press release Polres Siak terkait hasil penyelidikan kematian dr. Alex.

Perbedaan Keterangan Lokasi Suntikan
Salah satu poin yang dipertanyakan keluarga adalah lokasi bekas suntikan Rocuronium.

Dalam press release, Polres Siak menyebut hasil autopsi menemukan bekas suntikan pada punggung tangan kiri korban yang diduga menjadi jalur masuk Rocuronium.

Namun keluarga mengaku sebelumnya mendapat keterangan dari Prof. Dedy saat pemeriksaan awal jenazah di RS Bhayangkara Polda Riau yang menyebut lokasi suntikan berada di tangan kanan.

” Sekarang pertanyaannya, tangan kanan atau tangan kiri? ” kata pihak keluarga.

Keluarga juga mempertanyakan mekanisme penyuntikan sendiri jika lokasi berada di tangan kanan, sementara korban disebut bukan kidal.
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan argumentasi keluarga dan belum dapat dijadikan bukti adanya keterlibatan pihak lain.

Luka di Leher Hingga Kondisi Kepala Disorot
Selain lokasi suntikan, keluarga juga menyoroti kondisi tubuh korban yang belum dijelaskan rinci.

Keluarga menyebut adanya luka berlubang di bagian kanan leher yang saat ditemukan mengeluarkan darah. Ada juga bekas kemerahan/kebiruan di leher yang dinilai perlu penjelasan forensik.

Keluarga juga menyebut bagian belakang kepala korban terasa lembek saat dipeluk istrinya saat jenazah ditemukan. Selain itu ditemukan darah di kedua tangan serta bintik-bintik hitam berlubang di tangan korban.

Keterangan Sebelumnya Juga Dipertanyakan
Keluarga menyoroti perbedaan keterangan sebelumnya dengan press release terbaru.

Sebelumnya disebut ada luka titik hitam, pembengkakan tangan kiri akibat suntikan, serta memar kepala diduga benturan benda tumpul.

Dalam rilis terbaru, Polres Siak menyatakan memar kepala bukan penyebab kematian, dan luka lain disebut luka pascakematian akibat aktivitas serangga.

Perbedaan itu diminta dijelaskan secara ilmiah dan terbuka.

Asal Usul Rocuronium Jadi Pertanyaan
Polres Siak menyatakan hasil toksikologi menemukan kandungan Rocuronium dalam urine, darah, dan ginjal korban.

Bagi keluarga, pertanyaan selanjutnya adalah:

  1. Dari mana Rocuronium diperoleh?
  2. Siapa yang memiliki akses ke obat tersebut?
  3. Bagaimana obat itu bisa berada dalam penguasaan korban?
  4. Bagaimana mekanisme penyuntikannya?

Minta Kasus Jangan Ditutup Dulu
Atas berbagai hal tersebut, keluarga menyatakan belum menerima kesimpulan bunuh diri dan meminta kasus tidak ditutup terburu-buru.

Keluarga meminta seluruh fakta diperiksa ulang, termasuk hasil autopsi, lokasi bekas suntikan, kondisi luka, barang bukti jarum suntik, asal-usul Rocuronium, rekaman CCTV, dan hasil digital forensik.

Keluarga juga mempertanyakan apakah seluruh kemungkinan keterlibatan pihak lain sudah benar-benar disingkirkan berdasarkan bukti.

Tanggapan Polres Siak
Sebelumnya Polres Siak menyatakan penyelidikan dilakukan dengan scientific crime investigation: autopsi, toksikologi, lab forensik, digital forensik, dan psikologi forensik.

Polisi menyebut telah memeriksa 14 saksi dan tidak menemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan.

Dengan demikian saat ini ada dua posisi berbeda. Polres Siak menyimpulkan tidak ada unsur pembunuhan. Sementara keluarga dan kuasa hukum menolak dan meminta kejanggalan diperiksa kembali.

Ade Bule, Kompas 1 net .

Example 120x600