Example floating
Example floating
Internasional

Perundingan Hormuz Macet: AS Tuntut Ganti Rugi, Iran Ajukan 6 Syarat Baru

17
×

Perundingan Hormuz Macet: AS Tuntut Ganti Rugi, Iran Ajukan 6 Syarat Baru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Kompas 1 met β€” Perundingan pembukaan kembali Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran menemui jalan buntu setelah kedua pihak saling mengajukan tuntutan baru yang berat.

Akibatnya harga minyak dunia melonjak lebih dari 5 persen pada Senin dan kembali naik Selasa, 11 Agustus 2026.

Selat Hormuz yang dilalui seperlima pasokan minyak dan LNG dunia ditutup Iran sejak akhir Februari 2026, saat perang AS-Israel vs Iran dimulai.

Trump Tuntut Ganti Rugi 50 Tahun
Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan AS akan menuntut Iran membayar ganti rugi atas korban tewas dan luka akibat konflik selama 50 tahun terakhir.

“Kami akan meminta uang atas kerusakan yang mereka lakukan selama 50 tahun,” kata Trump di Gedung Putih.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump juga menuntut kompensasi untuk keluarga 17 pelaut AS tewas di USS Cole tahun 2000, korban demonstran Iran Januari, serta kerusakan di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza.

Tuntutan itu muncul setelah Iran lebih dulu menuntut AS ganti rugi atas serangan AS dan Israel selama perang tahun ini.

Wakil Presiden JD Vance sebelumnya menyatakan optimis kesepakatan bisa tercapai dan Iran disebut “tidak berencana” memungut tol di Selat Hormuz.

Iran Ajukan 6 Syarat Baru
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Sabtu mengumumkan 6 syarat untuk membuka kembali Hormuz:

  1. Menghentikan ancaman dan penghinaan AS terhadap Iran
  2. Menghentikan permanen serangan ke Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, Irak
  3. Mencabut blokade laut AS di pelabuhan Iran dan menarik pasukan AS
  4. Ganti rugi atas 2 “perang yang dipaksakan”: perang Feb 2026 dan perang 12 hari dengan Israel Juni 2025
  5. Pencabutan sanksi AS
  6. Pembebasan tanpa syarat aset Iran yang dibekukan

Iran juga menyatakan perundingan dengan Oman soal pengaturan jalur pelayaran baru di Hormuz sudah masuk tahap “final”.

Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak ada perundingan langsung dengan AS. Komunikasi dilakukan lewat perantara.

Pakar: Posisi Semakin Jauh
Analis menilai peluang kesepakatan damai yang lebih luas kecil sebelum isu Hormuz selesai.

“Dua pihak semakin berjauhan soal kemungkinan penyelesaian diplomatik,” kata koresponden Al Jazeera dari Teheran, Tohid Asadi.

Analis Negar Mortazavi menyebut tuntutan Trump “sangat bermasalah” karena melampaui konflik saat ini. Jika ganti rugi atas protes dan peristiwa masa lalu jadi syarat, kesepakatan akan sangat sulit diterima Teheran.

Analis Teheran Hossein Royvaran menyebut ini pertarungan “siapa yang lebih tahan”. AS terdampak harga bensin dan inflasi, sementara Iran menganggap perang ini “dipaksakan” sehingga masyarakat punya pembenaran untuk bertahan.

Dampak Ekonomi
Penutupan Hormuz membuat harga minyak dan saham melonjak. Kepastian pembukaan kembali jalur vital ini masih belum terlihat.

Sumber : Aljazeera.com.

Example 120x600