Rupat,Kompas 1 net – Pakar lingkungan hidup Dr. Elviriadi melakukan ziarah ke makam tua ujung Pulau Rupat, tepatnya di Jalan Keramat Kelurahan Terkul Selasa, 29 April 2026. Makam tersebut diyakini berasal dari era Portugis sekitar tahun 1700-an.
Dalam kunjungannya, Dr. Elviriadi didampingi Datuk Abu Elizar dan Tim. Ia menyampaikan bahwa ziarah ini bertujuan mengambil ibrah sekaligus mengenang jasa para pejuang dan syuhada di negeri ini.
Makna Ziarah: Berbakti pada Negeri dan Agama
“Ini adalah makam beliau. Mudah-mudahan dengan ziarah ini, kita mendapatkan pahala dari Allah, sekaligus mengenang jasa para pejuang,” ujar Dr. Elviriadi di lokasi yang berada tepat di tepi laut.
Ia menegaskan bahwa perjalanan menuju makam cukup sulit dan berat, hingga dibantu seorang aktivis sosial dan kehutanan bernama Pak Salikhin. Meski begitu, ia menilai perjuangan itu sepadan dengan pelajaran yang didapat.
Cuplikan video
“Ini menjadi ibrah (pelajaran berharga) bagi kita bahwa manusia harus berbakti kepada negerinya, agamanya, sesama manusia, masyarakat, dan bangsanya. Kita semua pun kelak akan meninggal dunia. Mari kita teladani kebaikan mereka yang telah berjasa,” pesannya.
Desak Pemda Inventarisasi Cagar Budaya Reino di Rupat
Di akhir kegiatan, Dr. Elviriadi menghimbau dinas terkait untuk segera bertindak. Ia meminta Dinas PUPR serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, baik di tingkat Pemda maupun Pemkab, agar menginventarisasi pembangunan cagar kebudayaan dan sejarah di Pulau Rupat.
Fokus utama yang disebut adalah Komplek Makam Reino de Rupat dari periode 1600/1700 M. “Agar lestari,” tegasnya.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga warisan sejarah Pulau Rupat yang berada di ujung perbatasan Indonesia agar tidak hilang ditelan zaman.
Editor Redaksi











