Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Alamaaak…! Sidak ke BPBD, Wabup Rohil Hanya Ketemu Cleaning Servis Doang

22
×

Alamaaak…! Sidak ke BPBD, Wabup Rohil Hanya Ketemu Cleaning Servis Doang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil | Kompas 1 Net com– Alamaaak…! Inspeksi mendadak (Sidak) ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Wabup Rohil kecewa pasalnya hanya bertemu Cleaning Servis doang.

Setidaknya demikianlah ungkapan yang gaul untuk hasil kunjungan H Sulaiman SS MH, ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)tersebut pada Kamis (12/5/2022). Pukul 08.30 WIB.

Sudah bukan rahasia kalau dibawah kepemimpinan Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong dan H Sulaiman SS MH, kedisiplinan terus ditekankan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di lingkungan Pemda Rohil.

Bahkan, penekanan disiplin itu terus disampaikan dalam berbagai kesempatan. Bupati dan Wabup juga kerap melakukan inpeksi mendadak ( Sidak )ke sejumlah Dinas untuk melihat kehadiran para ASN.

Namun Wabup merasa kecewa. Sebab, setibanya di kantor BPBD, Wabup tidak menemukan ASN yang masuk kantor dan hanya ada CS yang berjaga. Padahal, waktu telah menunjukkan pukul 08.30 wib.

“Lebaran telah usai, ASN wajib masuk kantor. Apalagi, BPBD harus siaga dalam kondisi cuaca panas saat ini terhadap bencana seperti Karhutla,” kata Wabup.

Padahal kata Wabup, sebagai seorang ASN wajib berada di kantor selama jam kerja. Sebab, ASN telah digaji Negara untuk melayani masyarakat.

Pemantauan kinerja ASN ini lanjut Wabup, akan dilakukan secara terus menerus melalui instansi kepegawaian Rohil dengan melihat langsung serta menerima informasi yang ada atas laporan pihak terkait. Hal itu, sebagai upaya inovasi kinerja ASN agar lebih disiplin lagi kedepan.

Wakil Bupati juga akan serius dalam menanggapi semua lini yang dianggap akan menjadi persoalan daerah jika diabaikan, salah satunya kinerja ASN Rohil.

“Melalui cara ini saya bisa melihat secara faktual data dan kinerja pegawai, saya inginkan setiap pegawai harus disiplin bahkan kalau perlu berprestasi dan memiliki integritas, ” pungkasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas BPBD Hari Dharma,A.P. yang dihubungi melalui WhatsApp nya mengaku kalau apa yang dilakukan oleh Wabup Rohil memberikan dampak efektif kepada ASN yang ada di lingkungannya, Menurutnya setelah Sidak ASN berdatangan ke Kantor.

“Pada saat sidak betul tapi efek sidak tersebut efektif kok. Setelah sidak pada berdatangan anggota ke ktr sampai siang ni pulang tuk makan siang ke rmh masing2,” jawab Hari Dharma, singkat.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.