Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Dirut Perumda Trans Pakuan Mundur, Ini Kata Wali Kota Bogor Bima Arya

28
×

Dirut Perumda Trans Pakuan Mundur, Ini Kata Wali Kota Bogor Bima Arya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bogor | Kompas 1 Net- Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Trans Pakuan, Lies Permana Lestari, resmi mengundurkan diri.

Menanggapi hal itu Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut pengunduran diri tersebut mempertimbangkan faktor keluarga.

“Jadi sekitar sebulan lalu, Bu Lies sampaikan permohonannya untuk mengundurkan diri karena alasan pribadi dan keluarga. Setelah berdialog cukup lama dengan Bu Lies, saya bisa memahami, bisa menerima.

Tetapi saya minta Bu Lies menyiapkan dululah, berpikir dululah, berpikir gitu kemudian datang lagi beberapa waktu kemudian menyampaikan hal yang sama,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya kepada wartawan, Rabu (11/5/2022).Bima menyebut tidak ada perjanjian kerja tentang sampai kapan waktu menjabat Dirut Trans Pakuan. Jadi bisa mengundurkan diri kapan saja.

Meski demikian, Bima meminta Lies menyelesaikan tugasnya serta berkoordinasi dengan pengawas.

“Saya minta Bu Lies minta untuk menyelesaikan dulu tugas-tugasnya, kordinasi dengan pengawas. Kemudian saya mengambil langkah untuk segera menunjuk Plt,” ujarnya.

Bima menyebut pengunduran diri Lies bukan terkait kinerja. Sebab, menurut Bima, kinerja Lies di Trans Pakuan sangat baik.

“Sebetulnya saya sangat mengapresiasi kinerja Bu Lies itu. Teman-teman di Dishub juga melihat hal yang baik. Capaiannya jelas ya, jadi bukan karena kinerja, kinerjanya baik sekali. Kinerjanya bagus sekali bahkan diapresiasi BPTJ kinerja Bu Lies,” tuturnya.

Bima Arya menyebutkan ianya sudah menunjuk pelaksana tugas (Plt) Dirut Trans Pakuan. Dia adalah Rachma Nissa, yang telah bergabung dengan Trans Pakuan sejak Februari lalu.

“Saya sudah menunjuk Rachma Nisaa sebagai Plt Dirut. Bu Nissa ini dari internal, bergabung di Trans Pakuan sejak Februari,” jelasnya.

 

Supriyadi


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.