dr. Gede Ngurah Prasetya Adhitama Putra, / FOTO
Nyeri perut sering dianggap hal sepele, padahal bisa menjadi tanda bahaya yang mengintai. Salah satunya adalah radang usus buntu atau apendisitis, peradangan pada organ kecil berbentuk kantong yang menempel di usus besar.
Banyak orang salah mengira sakit perut hanya akibat masuk angin, makanan pedas, atau gangguan pencernaan ringan. Namun, ketika nyeri tidak kunjung reda, justru semakin tajam, dan terpusat di perut kanan bawah, hal itu patut dicurigai sebagai gejala usus buntu.
Gejala radang usus buntu biasanya diawali dengan rasa sakit samar di sekitar pusar. Seiring waktu, nyeri bergeser ke arah kanan bawah perut dan menjadi lebih menusuk. Rasa sakit ini makin terasa ketika penderita bergerak, batuk, atau ditekan. Tidak jarang, gejala disertai mual, muntah, hilang nafsu makan, demam ringan, hingga gangguan buang air besar.
Satu hal yang membedakan adalah nyeri usus buntu tidak hilang meski beristirahat, berbeda dengan sakit perut biasa yang bisa reda setelah makan atau berbaring. Yang perlu diingat, usus buntu tidak bisa sembuh hanya dengan obat-obatan biasa. Operasi pengangkatan usus buntu (apendektomi) merupakan penanganan utama yang harus dilakukan.
Bila dibiarkan, usus buntu bisa pecah dan menimbulkan peritonitis, yaitu infeksi berbahaya pada rongga perut. Kondisi ini bisa menyebarkan bakteri ke seluruh tubuh dan berakibat fatal jika terlambat ditangani. Bahkan, pasien yang terlambat mendapatkan penanganan berisiko mengalami komplikasi serius, memperpanjang masa perawatan, dan meningkatkan biaya pengobatan.
Karena itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh sendiri. Jangan mudah menyepelekan sakit perut yang muncul berulang atau menetap, terutama jika terfokus di sisi kanan bawah. Deteksi dini dan pemeriksaan medis dapat menyelamatkan nyawa. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang pemulihan tanpa risiko komplikasi.
Ingatlah bahwa tidak semua sakit perut itu “biasa”. Perhatikan gejala yang menyertai dan segera ambil tindakan jika rasa sakit semakin menjadi. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Langkah cepat bisa menjadi penyelamat, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.
Nganjuk, Kamis 5 Maret 2026.
dr. Gede Ngurah Prasetya Adhitama Putra adalah Dokter Umum Klinik Utama Dharma Husada Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur (Praktisi Kesehatan)

















