Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati Menjadi Juara Umum Divya Competition 4.0

26
×

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati Menjadi Juara Umum Divya Competition 4.0

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pati | Kompas 1 Net -Kemenag— Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pati menjadi Juara Umum Divya Competition 4.0 yang diselenggarakan oleh Divya Competition pada 25-27 Maret 2022. Hasil lomba diumumkan pada 5 April 2022.

Untuk mengukir prestasi ini, tim MTsN 1 Pati harus bersaing dengan 5.144 peserta dari berbagai sekolah di Indonesia. Dalam ajang ini, MTsN 1 Pati berhasil memboyong 205 medali sekaligus, yaitu 39 medali bidang Bahasa Indonesia, 10 medali bidang Bahasa Inggris, 45 medali bidang IPA, 51 medali bidang IPS, dan 60 medali bidang Matematika.

Lonita Nidras Fathin, salah satu peserta kompetisi, mengungkapkan jika dirinya berhasil memboyong 3 medali Divya Competition 4.0. “Alhamdulillah, kemarin saya mendapatkan medali emas bidang Matematika, perak bidang Bahasa Indonesia, dan perunggu bidang Bahasa Inggris,” ungkap Lonita di Pati, Jumat (6/5/2022).

Lonita mengaku senang karena dapat meraih medali emas dalam bidang Matematika. “Sangat senang karena dapat meraih medali emas dalam bidang Matematika,” ucapnya.

“Terima kasih kepada guru-guru pembimbing karena sudah berjasa membimbing saya dan mengarahkan untuk melaksanakan semua lomba-lomba yang ada,” tuturnya.

Lonita juga berterima kasih kepada MTsN 1 Pati yang telah memfasilitasi siswanya untuk mengikuti berbagai kompetisi sekaligus menyediakan berbagai macam progam unggulan. Sehingga, bakatnya dapat tersalurkan. “Saya juga sangat berterima kasih kepada MTsN 1 Pati karena di sini saya bisa mengasah kemampuan saya dalam bidang olimpiade dan sudah menyediakan berbagai macam progam unggulan yang di situ saya bisa menemukan bakat saya,” jelasnya.

Terpisah, Tommy Andriansyah, pembimbing progam olimpiade, bersyukur atas prestasi siswa-siswi MTsN 1 Pati menjadi juara umum Divya Competition 4.0. “Alhamdulillah wasyukurillah, di hari kemenangan yang penuh rahmat ini, MTsN 1 Pati kembali meraih prestasi juara umum,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan jika semua prestasi yang diraih siswa-siswi MTsN 1 Pati berkat kekompakkan tim dan stakeholder MTsN 1 Pati. Selain itu, prestasi juga diraih karena keistiqamahan para peserta didik dalam mengikuti lomba.

Tommy berharap raihan juara umum ini dapat menjadi modal untuk terus bersemangat menjadi madrasah yang mandiri berprestasi, baik tingkat daerah, nasional, maupun internasional. Capain ini sekaligus menjadi persiapan dalam menghadapi kompetisi lainnya, baik Kompetisi Sains Nasional (KSN) maupun Kompetisi Sains Madrasah (KSM).

“Mohon doanya, Insya Allah tanggal 23-25 Mei mendatang, anak-anak akan mengikuti KSN jenjang SMA sederajat. Mudah-mudahan MTsN1 Pati bisa berprestasi. Aamiin,” pungkasnya.

Kepala MTsN 1 Pati Ali Musyafak berpesan kepada semua warga madrasah untuk tak pernah lelah berprestasi. “Jangan pernah lelah untuk berprestasi. Di Hari Raya Idul Fitri, tetap istiqamah mengharap rahmat Illahi Robbi dan Syafaat Kanjeng Nabi, semoga semua kesalahan kita terampuni sehingga kembali suci nan fitri untuk tetap meraih prestasi yang lebih tinggi,” pesannya.

 

 

Sumber : kemenag.co.id


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.