Example floating
Example floating
Ekonomi

Satgas KDMP Dorong Percepatan Penyaluran Pinjaman ke KDKMP

94
×

Satgas KDMP Dorong Percepatan Penyaluran Pinjaman ke KDKMP

Sebarkan artikel ini

Foto: Ismadi Amrin/InfoPublik

Jakarta, Kompas 1 net – Menteri Koordinator Pangan mengingatkan agar tidak ada dana yang tertahan di perbankan agar terasa dampaknya pada sektor riil, salah satunya melalui koperasi merah putih.

Ketua Satgas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang juga Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menekankan pentingnya percepatan penyaluran pinjaman kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Menurut Zulhas, dana dan aturan sudah tersedia, sehingga tidak boleh ada keterlambatan dalam implementasi di lapangan.

“Pemerintah sudah menyalurkan Rp200 triliun lewat bank Himbara, dan sebagian dana itu khusus untuk pinjaman ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Jadi modalnya sudah ada, aturannya juga sudah jelas. Sekarang yang paling penting adalah percepatan penyaluran pinjaman” tegas Zulhas dalm konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Zulhas juga mengingatkan agar tidak ada dana yang tertahan di perbankan agar terasa dampaknya pada sektor riil, salah satunya melalui koperasi merah putih.

“Jangan sampai dana mengendap di bank sementara Koperasi Merah Putih butuh stok pupuk, stok gas melon, dan modal usaha” tambahnya.

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) KDKMP kali ini juga dihadiri Menteri Keuangan Purbaya. Kehadiran ini menjadi yang pertama bagi Purbaya sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan.

“Hari ini, Rakortas kedatangan menteri ‘koboi’ dan ini pertama kalinya Menkeu Purbaya hadir di rapat koordinasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Terima kasih Pak Menkeu” ujar Zulhas.

Menurut Zulhas, percepatan penyaluran pinjaman ke KDKMP akan memperkuat daya tahan pangan nasional. Semakin cepat koperasi menyerap pinjaman, semakin cepat pula petani, nelayan, dan UMKM pangan mendapatkan manfaat untuk menjaga harga tetap stabil, stok aman, dan kesejahteraan rakyat meningkat.

Sumber : Indonesia.go.id

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`