Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Cita-cita Miliki Mobil Ambulance Desa Kapuk Tercapai, Kades : Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

140
×

Cita-cita Miliki Mobil Ambulance Desa Kapuk Tercapai, Kades : Semoga Bermanfaat untuk Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MERANGIN, Kompas 1 net — Cita-cita Pemerintah desa Kapuk Kecamatan Tabir Ulu Kabupaten Merangin, Jambi, untuk memilik akhirnya tercapai dan sudah dapat membeli satu unit mobil ambulans dengan menggunakan anggaran dana desa (DD).

Mobil ambulance tersebut diprioritaskan untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat desa. Pengadaan mobil ambulans ini dapat menjadi upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, terutama bagi warga yang membutuhkan transportasi cepat ke fasilitas kesehatan.

Sebagaimana diketahui. Mobil ambulans sangat dibutuhkan untuk mengantarkan warga yang sakit, ibu melahirkan, korban kecelakaan, atau untuk evakuasi medis lainnya. Oleh karena itu, Dana desa dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk peningkatan fasilitas kesehatan. Pembelian mobil ambulance tersebut setelah melalui musyawarah desa yang telah disepakati bersama.

Setelah disetujui, pemerintah desa akhirnya melakukan pengadaan atau membeli satu unit mobil ambulans sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan demikian, pengadaan mobil ambulans yang menggunakan dana desa merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di desa.

Seperti halnya, pemerintah desa Kapuk yang selama ini bercita-cita untuk membeli mobil ambulance akhirnya tercapai. Bapak Yulirman S.Pd selaku kepala desa Kapuk yang juga menjabat sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Tabir Ulu menyebutkan bahwa Pengadaan mobil ambulance di desa sangat lah penting untuk mempercepat proses transportasi dalam melayani kebutuhan warga di bidang kesehatan.

“Dengan adanya mobil ambulance ini, diharapkan tidak ada kasus keterlambatan penanganan medis yang berakibat fatal, mudah-mudahan dengan adanya ambulance ini bisa memberikan pelayanan yang aman dan nyaman untuk masyarakat desa Kapuk,” ucap Yulirman.

Ade Irawan (tores).


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.