Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati dan Wabup Rohil Ikuti Rakor Karhutla Bersama Gubernur Riau Secara Virtual

16
×

Bupati dan Wabup Rohil Ikuti Rakor Karhutla Bersama Gubernur Riau Secara Virtual

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil | Kompas 1 Net- Gubernur Riau H Syamsuar secara langsung memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara virtual yang di ikuti seluruh Bupati, Walikota serta Forkopimda se Provinsi Riau, Senin (11/4/2022).

Untuk Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) rapat koordinasi diikuti Bupati Rohil Afrizal Sintong, Wabup H Sulaiman, Dandim 0321 Rohil Letkol Inf M Erfani SH M.Tr, Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto, perwakilan Kejari Rohil, Sekda Rohil serta beberapa unsur lainnya.

Rakor tersebut di laksanakan sebagai tindak lanjut penyampaian hasil vidcon sebelumnya yang telah di laksanakn bersama BNPB, Mendagri, Mentri lingkungan Hidup, Polri, TNI dan para forkopimda provinsi seluruh Indonesia.

Dimana, dalam arahan Presiden sebelumnya yang di sampaikan Gubernur diantaranya agar memprioritaskan upaya pencegahan, melalui deteksi dini, monitoring areal rawan hotspot, dan pemantauan kondisi harian di lapangan.

Presiden juga meminta agar infrastruktur monitoring dan pengawasan harus sampai ke bawah dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala desa dalam penanganan karhutla serta mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi terus menerus kepada masyarakat.

Mencari solusi yang permanen agar korporasi dan masyarakat membuka lahan dengan tidak membakar, penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan, tidak membiarkan api membesar, harus tanggap dan jangan terlambat sehingga api sulit dikendalikan.

Langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi dengan memberikan sanksi yang tegas sehingga ada efek jera bagi para pelaku.

Gubernur Riau dalam arahannya meminta kepada seluruh Bupati, Walikota serta Forkopimda agar menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa saat ini sudah memasuki musim kemarau dan rawan terjadi karhutla.

Gubernur juga meminta agar setiap Kabupaten maupun kota agar menyiapkan Posko Satgas karhutla serta menyiapkan sarana dan dana untuk persiapan penanganan Karhutla.

“Dengan adanya dashboard lancang kuning sangat membantu kita untuk bergerak cepat dalam penanganan Karhutla, bila di butuhkan water boombing agar di komunikasi dengan BNPB Provinsi Riau,” sebut Gubernur.

Sementara itu, Bupati Rohil Afrizal Sintong mengatakan bahwa, untuk Kabupaten Rohil sendiri persoalan Karhutla masih tergolong minim dan baru terjadi di beberapa titik.

Hal ini lanjutnya, tidak terlepas dari kerja keras semua unsur baik pemerintah daerah, TNI, Polri serta lainnya yang secara aktif melakukan tindakan pencegahan sejak dini.

Pemerintah daerah bersama Forkopimda katanya lagi, terus melakukan berbagai langkah dan upaya dalam penanganan bencana Karhutla di seluruh wilayah Kabupaten Rohil.

Apalagi tambahnya, persoalan Karhutla merupakan persoalan lama dan hampir terjadi setiap tahunnya. Namun sebut Bupati, untuk Rohil di dua tahun terakhir bencana Karhutla dapat teratasi dengan baik.

Sehingga, Bupati juga meminta dan menghimbau seluruh masyarakat dan elemen agar bersama-sama melakukan pencegahan terjadinya Karhutla di Rohil.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.