Example floating
Example floating
Banner Infozone
Berita

Carut Marut Soal Seleksi PPPK, Honorer RSUD Ngadu ke Dewan dan Ancam Lapor Ke Polda Jambi

71
×

Carut Marut Soal Seleksi PPPK, Honorer RSUD Ngadu ke Dewan dan Ancam Lapor Ke Polda Jambi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin, Kompas 1 net- Carut marut terkait seleksi PPPK 2024 di Pemerintah Kabupaten Merangin, membuat puluhan honorer RSUD merasa gelisah. Kenapa tidak, upaya demi upaya terus dilakukan, termasuk strategi lapor ke Polda Jambi.

Hal ini terungkap saat perwakilan puluhan honorer RSUD Kolonel Abundjani Bangko mendatangi kediaman Anggota DPRD Merangin Toni Irean Kaya, SH pada Sabtu siang (09/11/2024).

Berbagai permasalahan dicurahkan para tenaga kerja honorer, mulai dari lolosnya ke database BKN, namun malah gagal di seleksi administrasi.

Angin segar di masa sanggah, sempat menenangkan puluhan para tenaga Nakes RSUD Bangko ini. Namun sayangnya, kabar buruk dari BKPSDMD Merangin yang sedianya pulang dari Luar Kota pada Minggu (11/11/2024) dan mengelar rapat, tapi menundanya hingga Senin (12/11/2024).

Sebagai wakil rakyat Kabupaten Merangin, Toni bersedia menampung aspirasi para honorer yang telah bekerja bertahun-tahun, hingga ada yang sudah belasan tahun. Bahkan Ia pun mencoba mengkonfirmasi pihak terkait itu mendapatkan penjelasan.

Bukan itu saja, bahkan mantan Pengacara terkenal di Merangin ini juga mengarahkan, agar para honorer tetap tenang dan segera menemui Ketua DPRD Merangin dan pimpinan lainnya.

“Hari Senin nantikan, ada paripurna. Coba nanti kita minta jadwal untuk pertemuan,” kata Toni.

Politisi PDIP ini juga mengatakan, masalah ini merupakan ranah dari Komisi I DPRD Merangin. Sementara Ia, merupakan anggota Komisi III DPRD Merangin.
Namun sebagai wakil rakyat, Toni harus menerima suara dari warganya.

“Semoga masalah ini cepat ditindaklanjuti, jangan sampai berlarut-larut. Kita hargai pengabdian mereka,” katanya.

Sebelumnya, perwakilan honorer sempat mendatangi Wakil Ketua DPRD Merangin, Herman Effendi. Namun sayangnya, Ia tengah berada di Jambi.

Hingga akhirnya, para honorer mengadu ke Toni sekitar pukul 13.00 Wib.
Lapor ke Polda Jambi

Para honorer yang didominasi perempuan itu akan berjuang sekuat tenaga, untuk status mereka. Hal ini mengingat 2025 tidak ada lagi pengangkatan honorer.

Kalau nanti DPRD tidak selesai, kita mengadu ke Polda Jambi,” cetus honorer.

Pengaduan atas dugaan kecurangan dilakukan di Jambi, bukannya polres, para honorer hampir bersamaan mengatakan seleksi PPPK sebelumnya tak berujung.

“2023 bae dak selesai, bagus ke Polda bae,” tandasnya salah satu honorer, disambut yang lainnya.

Penulis. Tores**


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Berita

http://Kompas1.net 28 Sep 2026 telusuri BIH Rp3 Juta korban banjir bandang Nov 2025 di Alue Bili Rayeuk Baktiya Aceh Utara diduga tidak utuh – dugaan potongan Rp100 Ribu per KK. Data final lapangan 463 KK: 427 penerima BIH, 17 KK ada data belum dapat di Kantor Pos, 19 KK tanpa data vs BNBA resmi 568-994. Oknum perangkat: kesepakatan perangkat desa bersama. Pemkab Aceh Utara salurkan sejak 22 Sep 2026 via Pos Indonesia wajib utuh – Inpres 18/2025, Permensos BIH, PP 22/2008, Instruksi Bupati H Ismail A Jalil Ayah Wa Zero Pungli.