Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Camat Renah Pembarap Pimpin Pelatihan Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Soisal “NEW GENERATION (SIKS- NG)”

114
×

Camat Renah Pembarap Pimpin Pelatihan Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Soisal “NEW GENERATION (SIKS- NG)”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin, Kompas 1 Net- Pemerintah Kecamatan Renah Pembarap ikut aktip dalam pelatihan Operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial New Generation (SIKS-NG) di Kecamatan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data terpadu.

Pemerintah Kecamatan Renah Pembarap melalui operator Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dapat meningkat kompetensinya dalam mengolah dan menyajikan data yang valid dalam upaya pengentasan angka kemiskinan di Wilayah Kecamatan, khususnya di Desa.

Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan SIKS-NG tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Camat Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin. Selasa 5/11/2024.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas para operator dalam mengunakan Aplikasi SIKS-NG, yang menjadi alat penting dalam pendataan dan pengelolaan Informasi Kesejahteraan Sosial ditingkat Desa. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan operator SIKS-NG dari Desa-desa dalam Wilayah Kecamatan Renah Pembarap.

Dalam pelatihan ini, Camat Renah Pembarap Zainul Arifin menyampaikan materi pentingnya tentang kebijakan atau regulasi SIKS-NG dan pengelolaan DTKS. Peserta tidak hanya dibekali teori, namun dilanjutkan dengan demonstrasi oleh Tim Teknis Aplikasi SIKS-NG dari Kabupaten.

Lanjut, Zainul Arifin dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya peran operator SIKS-NG dalam mendukung program-program kesejahteraan sosial di Kecamatan Renah Pembarap.

“Data yang akurat dan up-to-date sangat penting untuk menyalurkan bantuan sosial yang tepat sasaran. “Oleh karena itu kami mengadakan pelatihan ini agar operator di Desa-desa memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menggunakan Aplikasi SIKS-NG,” terang Zainul.

Aplikasi SIKS-NG merupakan sistem digital yang dikembangkan oleh kementerian sosial untuk mempermudahkan dalam pengelolaan data kesejahteraan sosial di seluruh Indonesia.

Dengan sistem ini, Pemerintah Daerah dapat memantau secara langsung data Warga miskin, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, sehingga Program Sosial dapat lebih tepat guna dan transparan.

Pelatihan ini juga mencakup berbagai topik penting, termasuk cara pengimputan data, prosedur verifikasi, dan pembaharuan data secara berkala. Selain itu peserta juga dilatih untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul dalam penggunaan Aplikasi tersebut.

” Diharapkan dengan adanya pelatihan ini akan meningkatkan kualitas pengelolaan data Kesejahteraan Sosial di Kecamatan Renah Pembarap ini, “sehingga program-program bantuan dari Pemerintah bisa lebih efektif dan tepat sasaran dan mendukung visi dan misi Kecamatan Renah Pembarap sebagai daerah yang sejahtera dan inklusif,” tandas Zainul.**

Penulis. Tores**


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.