Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Ditinjau DLH Rohil, PT RMP dan PT Wahana Sampaikan Komitmen Jaga Lingkungan 

698
×

Ditinjau DLH Rohil, PT RMP dan PT Wahana Sampaikan Komitmen Jaga Lingkungan 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Foto: Peninjauan DLH dan rombongan ke lokasi. 

Rohil, Kompas 1 net- Terkait dengan penjagaan lingkungan kerja disekitar operasional PT RMP dan PT Wahana di jalur dua dari Simpang Kuda Banjar XII menunju ke Simpang Solah atau Simpang Sedinginan Lintas Sumatera Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, DLH Rohil tinjau, Senin 26 Agustus 2024. Pagi.

Peninjauan ini sebagai bentuk responsif instansi pemerintah yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan hidup itu atas pemberitaan yang muncul di beberapa media sosial.

DLH Rohil

Melakukan peninjauan dalam rangka menindaklanjuti pemberitaan media online mengenai dugaan pencemaran lingkungan yang berasal dari ceceran tanah di jalan jalur dua menuju simpang sola di Kelurahan Banjar XII ,” kata Kadis DLH Rohil yang diwakili Carlos Rohan.

Beberapa pertanyaan yang diajukan mulai dari izin operasional, izin lingkungan dan pengelolaan lingkungan yang dilakukan pihak perusahaan.

Mewakili PT RMP sebagai KTT Suryadi, SH yang akrab disapa Kh Sulaiman dan PT Wahana melalui Dasyarman menyampaikan bahwa bencana disebabkan derasnya hujan yang terjadi diluar dugaan.

Pembersihan siang pasca hujan 

Hujannya deras, jadi tidak terprediksi, akibatnya air membawa sisa sisa serakan tanah ke sebagian badan jalan, namun setelah hujan kami berupaya untuk mengerjakan secara manual, dan untuk hari ini semua peralatan sudah di kerahkan ke lokasi, Dan juga semuanya sudah diperbaiki sehingga tidak lagi mengganggu lalulintas,” ujar Suryadi SH di dampingi Dasyarman.

Keduanya mengakui bahwa tidak ada yang dikerjakan yang tidak sesuai dengan SOP, dan kita sudah meminimalisir terjadinya masalah yang diakibatkan musim hujan atau musim kemarau, kecuali itu dalam bentuk kejadian yang terjadi diluar perhitungan, seperti hujan lebat kemarin.,” ungkapnya.

Pembersihan pada malam hari pasca hujan 

Selain itu keduanya menyampaikan bahwa operasional ini akan tetap dilakukan karena pihaknya memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan serta dapat menampung tenaga kerja bagi masyarakat di sekitarnya.

Ada puluhan orang masyarakat Banjar XII dan juga ada yang dari Sedinginan, Cempedak Rahuk dan Sintong bisa bekerja disini, Selain itu sebagai masyarakat yang lahir di sini, Kamilah yang lebih berkomitmen untuk menjaga lingkungan kami,” imbuhnya.

Video, pembersihan siang dengan alat siram 

Sementara itu, setelah mendengar itu, DLH Rohil, bersyukur dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut.

DLH bersyukur dengan adanya operasi PT RMP dan PT Wahana, ini masyarakat terbantu Pemuda setempat bisa bekerja, selanjutnya meminta supaya memperbaiki kelemahan sebagai akibat operasi ini serta jangan sampai menimbulkan gangguan atau bahaya pada pengguna jalan,” kata Carlos Rohan.

Untuk sementara kami menerima Komitmen untuk menjaga lingkungan disekitar operasional. Karena saat ini tampaknya sudah baik dan agar dapat lebih dioptimalkan lagi,” imbuhnya.

Pembersihan pada malam hari pasca hujan dengan alat siram 

Terpantau awak media bahwa beberapa alat yang disediakan, Tanki air penyemprot jalan 2 unit, sudah ada rambu rambu jalan, saat di konfirmasi Suryadi, SH, mengatakan masih akan ditambahi,”; tandasnya.

ZURFAMI, Kompas 1 net melaporkan.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.