Example floating
Example floating
Ekonomi

Warga Mengeluh, Harga Gas Elpiji 3 Kg di Desa Lajau Tembus 25 Ribu Rupiah 

473
×

Warga Mengeluh, Harga Gas Elpiji 3 Kg di Desa Lajau Tembus 25 Ribu Rupiah 

Sebarkan artikel ini

Kuindra , Inhil, Kompas 1 net– Warga mengeluh, harga penjualan Gas Elpiji ukuran 3 kg di wilayah Desa Lajau Kecamatan Kuindra Kabupaten Inhil tembus harga Rp 25 ribu per tabung. melambungnya harga alat kebutuhan dapur tersebut membuat warga menjerit.

Hal itu di tutur kan oleh salah satu warga desa lajau yang mengeluhkan tingginya harga gas elpiji yang di peruntukan untuk orang miskin tersebut.

“Saya beli kemarin 25 ribu,” ujar Warga Desa Lajau. Minggu, 02/06/2024 ketika dihubungi melalui pesan singkat whatsapp.

Menurut informasi dari warga yang tidak ingin disebutkan identitas nya, pemilik pangkalan Gas resmi berinisial AS yang menjual gas elpiji itu diketahui diduga telah menjual harga gas elpiji 3 kilo di atas ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Akibatnya warga yang berada di desa tersebut merasa keberatan dan meminta pemerintah untuk segera melakukan pengawasan terhadap agen pemilik DO diduga nakal itu.

“Kalau bisa kami minta harga sesuai ketentuan pemerintah aja, maklumlah kalau harga segitu mahal betul rasanya,” kata warga yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu.

Saat di hubungi melalui telpon Whatsapp AS mengatakan bahwa Harga HET pembelian nya adalah Rp 22.000. Belum ongkos angkut dan bongkar yang juga memerlukan biaya. Ujar AS.

Mely: melaporkan

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`